BKPSDM Petakan 200 Jabatan Kosong, Pemkab Bondowoso Kebut Pengisian Demi Pelayanan Optimal

Reporter : M Aris Effendi
Plt Kepala BKPSDM Bondowoso, Anisatul Hamidah, memberikan keterangan kepada wartawan usai rapat kerja bersama Komisi I DPRD Bondowoso terkait percepatan pengisian jabatan struktural, Rabu (21/1/2026).

 

Bondowoso, JatimUPdate.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) terus mempercepat pembenahan birokrasi dengan memetakan sekitar 200 jabatan struktural yang masih kosong pada level eselon III dan IV, guna memastikan kinerja pemerintahan dan kualitas pelayanan publik tetap optimal.

Baca juga: Disdik Bondowoso Atur Jam Belajar Ramadan 2026 Mulai 07.30 WIB

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKPSDM Bondowoso, Anisatul Hamidah, menyampaikan bahwa seluruh jabatan yang kosong telah dipetakan secara menyeluruh. BKPSDM juga menyiapkan skema percepatan pengisian jabatan agar struktur organisasi perangkat daerah (OPD) dapat segera terisi secara proporsional.

“Fungsi BKPSDM adalah manajemen kepegawaian. Posisi-posisi yang kosong sudah kami petakan dan pertimbangkan. Akan ada skema percepatan pengisian agar segera terisi. Semoga tidak ada kendala,” ujar Anisatul usai rapat kerja bersama Komisi I DPRD Bondowoso, Rabu (21/1/2026).

Ia menjelaskan, pengisian jabatan dilakukan secara bertahap dan berjenjang sesuai ketentuan yang berlaku. Saat ini, BKPSDM memprioritaskan pengisian jabatan eselon II atau Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama, sebelum melanjutkan ke eselon III dan IV.

“Setelah jabatan eselon II terisi, proses pengisian eselon III dan IV akan segera kami laksanakan, terutama pada jabatan yang berkaitan langsung dengan pelayanan masyarakat,” jelasnya.

Baca juga: Pemkab Bondowoso Gandeng JAYCA, Generasi Muda Disiapkan Jadi Agen Perubahan

Komisi I DPRD Bondowoso dalam rapat kerja tersebut turut memberikan dukungan terhadap langkah percepatan pengisian jabatan.

DPRD menekankan pentingnya proses penempatan aparatur dilakukan secara profesional, transparan, dan berbasis kompetensi, guna memperkuat tata kelola pemerintahan yang efektif dan akuntabel.

Sebagai bagian dari persiapan, BKPSDM Bondowoso sebelumnya telah melaksanakan profiling atau pemetaan aparatur sipil negara (ASN). Langkah ini bertujuan memetakan potensi, kompetensi, dan kapasitas ASN agar penempatan jabatan dapat dilakukan secara tepat.

Baca juga: Tak Sekadar Formalitas, BUMDes Wringin Didorong Jadi Motor Ekonomi Desa

“Hasil pemetaan ini akan menjadi dasar rekomendasi kepada pimpinan daerah dalam menempatkan ASN sesuai kompetensi dan kapasitasnya,” pungkas Anisatul.

Melalui langkah ini, Pemkab Bondowoso optimistis pengisian jabatan struktural dapat segera terealisasi dan berdampak pada peningkatan kinerja birokrasi serta pelayanan publik yang semakin optimal. (ries/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru