Mengintip Ketahanan Pangan Desa Wringin Anom Tematik Budidaya Ikan Lele.

Reporter : M Aris Effendi
TPP beserta Pemdes Wringin Anom dan Direktur BUMDesa Berkat Jaya di lokasi ketahanan pangan desa tematik Budidaya Ikan Lele. (Foto TPP for JatimUPdate.id)

 

Asembagus, Situbondo, JatimUPdate.id - Ketahanan Pangan adalah kondisi terpenuhinya kebutuhan pangan bagi negara hingga perseorangan, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, bermutu, aman, bergizi, merata, dan terjangkau.

Baca juga: Gedung KDMP Wringin Anom, Kec. Asembagus, Kab. Situbondo Mulai Dibangun

Hal Ini mencakup empat pilar utama yaitu ketersediaan, akses fisik dan ekonomi, pemanfaatan (gizi), serta stabilitas pasokan secara berkelanjutan.

Ketahanan Pangan menjadi sangat penting untuk tujuan berikut Pertama menjamin hak dasar manusia untuk mendapatkan makanan bergizi, Kedua menciptakan masyarakat yang sehat, aktif, dan produktif, Ketiga menjaga stabilitas sosial, ekonomi, dan keamanan negara.

Desa Wringin Anom Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bangkit Berjaya menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan ketahanan pangan masyarakat dengan melaksanakan Program Ketahanan Pangan dengan Tematik Budidaya Ikan Lele.

Kegiatan ini didanai melalui Dana Desa Tahun Anggaran 2025 dan dikelola secara teknis oleh BUMDes Bangkit Berjaya sebagai bentuk sinergi antara Pemerintah Desa dan Lembaga Ekonomi Desa.

Direktur BUMDes Bangkit Berjaya Hasan Basri saat ditemui pada Sabtu (31/01/2026) menegaskan bahwa

"Program Ketahanan Pangan Melalui Tematik Budidaya Ikan Lele ini bertujuan untuk menciptakan Ketersediaan Pangan Berbasis Lokal, sekaligus menjadi alternatif sumber protein hewani bagi masyarakat di Desa, Jenis Lele Sangkuriang dipilih karena memiliki keunggulan dalam hal pertumbuhan dan perkembangan yang cepat, daya tahan tubuh yang kuat, serta nilai jua ekonomi yang cukup tinggi," ujarnya.

Disamping itu Pemuda yang akrab di sapa Basri ini menyampaikan bahwa "Pelaksanaan Budidaya Ikan Lele dilakukan secara terorganisir, dimulai dari perencanaan teknis kepada kelompok dan warga masyarakat, dilanjutkan dengan pembangunan kolam, hingga pengadaan dan pemilihan benih serta pakan, bibit lele yang di tebar sebanyak 3000 (tiga ribu) bibit untuk setiap kolamnya.

Baca juga: Zulhas Jadi Keynote Speaker, LHKP PWM Jatim Tegaskan Politik Kebangsaan sebagai Kontrol Demokrasi

Lebih dalam dia menyatakan bahwa karena di Wringin Anom baru punya dua kolam maka total secara keseluruhan yaitu 6000 (enam ribu) bibit yang di tebar.

"BUMDes Bangkit Berjaya berperan aktif dalam pengelolaan secara teknis dab operasional serta pemasaran hasil panen lele, sehingga program ini tidak hanya berdampak pada ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang usaha baru, membuka akses lapangan kerja serta menambah pendapatan bagi warga desa" pungkasnya.

Kepala Desa Wringin Anom Edi Purwanto menyampaikan bahwa Program Ketahanan Pangan ini adalah bagian dari Upaya Pemberdayaan Masyarakat Desa melalui sektor pertanian dan perikanan.

"Untuk kegiatan di sektor pertanian kita fokus pada pembangunan infrastruktur atau sarpras pertanian, semisal Jalan Usaha Tani (JUT), saluran irigasi, dan lain lain, untuk sektor perikanan kita fokus awal yaitu kegiatan budidaya ikan lele yang di kelola oleh BUMDes Bangkit Berjaya," tegas Kades

Baca juga: Tak Sekadar Formalitas, BUMDes Wringin Didorong Jadi Motor Ekonomi Desa

Lebih jau Kades menyatakan semua kegiatan ini di anggarkan lewat Dana Desa Tahun 2025.

"Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat ketahanan pangan di desa ke depan, serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa,” tutupnya.

Masyarakat Desa pun menyambut baik kegiatan ini, Selain membantu memenuhi kebutuhan pangan.

"Mereka juga mendapatkan keterampilan baru dalam bidang budidaya ikan tawar khususnya Budidaya Ikan Lele, dalam jangka panjang, program ini diharapkan bisa menjadi model pengembangan desa berbasis potensi lokal yang akan terus di kelola oleh warga masyarakat desa," ungkapnya. (ries/mmt)

Editor : Miftahul Rachman

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru