Puluhan Kepsek SD di Sidoarjo Diduga Bolos Kerja, Berangkat Wisata ke Lombok di Hari Kerja

Reporter : Imam Hambali
Bus eksekutif

 

Sidoarjo, JatimUPdate.id – Dugaan praktik bolos kerja secara kolektif mencuat di lingkungan pendidikan dasar Kabupaten Sidoarjo.

Baca juga: Menakar Peluang Empat Kandidat Ketua PKB Sidoarjo 

Puluhan kepala sekolah Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Sidoarjo diduga meninggalkan tugas dinas untuk berwisata ke Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada hari kerja dengan alasan izin cuti keluarga.

Berdasarkan hasil penelusuran wartawan, rombongan kepala sekolah tersebut berangkat secara bersamaan menggunakan jasa travel MJa Tour.

Mereka terlihat berkumpul sekitar pukul 04.30 WIB dan menaiki sebuah bus berwarna hijau dengan nomor polisi L 7617 UB.

Keberangkatan serentak itu menguatkan dugaan bahwa perjalanan wisata tersebut telah direncanakan sebelumnya.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, agenda perjalanan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat (6/2/2026) hingga Minggu (8/2/2026).

Baca juga: Halal Bihalal, TP PKK Sidoarjo Perkuat Silaturahmi dan Doakan Kedamaian

Sejumlah sumber internal menyebutkan, para kepala sekolah mengajukan izin cuti dengan alasan kepentingan keluarga.

Namun, alasan tersebut diduga hanya sebagai formalitas administratif agar mereka dapat meninggalkan tugas secara bersamaan.

Jika dugaan tersebut terbukti, tindakan ini berpotensi melanggar ketentuan disiplin aparatur sipil negara (ASN), khususnya terkait kewajiban kehadiran dan tanggung jawab pelayanan publik di sektor pendidikan.

Baca juga: Empat Kandidat Ketua PKB Sidoarjo Bakal Jalani Tes Akademik dan Psikologi di UM Malang

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait keabsahan izin cuti tersebut, termasuk apakah telah sesuai prosedur dan bagaimana pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah yang ditinggalkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Tirto Adi, mengaku belum menerima laporan terkait keberangkatan massal para kepala sekolah tersebut.

“Saya belum mengecek kegiatan mereka. Mohon maaf, saat ini belum bisa memberikan pernyataan,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi.(ih/mmt)

Editor : Miftahul Rachman

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru