Kota Batu, JatimUPdate.id - Kota Batu, yang menjadi daerah hulu Sungai Brantas, memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga kelestarian lingkungan, terutama sumber-sumber mata air yang menjadi penyangga kehidupan.
Baca juga: Proses Seleksi Sekda Kota Batu Dimulai, Target Tuntas dalam Tiga Bulan
Salah satu sumber vital tersebut adalah Umbul Gemulo, yang menopang kebutuhan air bersih sebagian besar warga Kota Batu.
Pemerintah Kota Batu, bersama masyarakat, terus berkomitmen untuk melindungi kelangsungan sumber daya alam ini demi generasi mendatang.
Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, menekankan pentingnya pengelolaan sumber mata air secara berkelanjutan.
Hal ini disampaikan dalam forum koordinasi Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPPAM) dan Pengelolaan Sumber Mata Air Wilayah Bumiaji yang digelar di Balai Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.
Dalam forum ini, pemerintah daerah, pengelola air, dan masyarakat bersatu untuk mencari solusi jangka panjang dalam menjaga kelestarian Umbul Gemulo.
Sebagai bentuk aksi nyata, Pemerintah Kota Batu telah menetapkan langkah-langkah strategis untuk melestarikan Umbul Gemulo.
Salah satu langkah penting adalah pengalihan Kartu Inventaris Barang (KIB) aset pemerintah daerah seluas 6.000 meter persegi di kawasan Umbul Gemulo, yang kini difungsikan sebagai area konservasi.
Lahan yang membentang dari Taman Kenanga hingga depan Hotel Purnama ini dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan difokuskan untuk pelestarian lingkungan serta ruang terbuka hijau.
Baca juga: Wali Kota Batu; KDMP Harus Mampu Memperkuat Ekonomi Desa
“Area ini kami tetapkan sebagai kawasan tangkapan air dan konservasi. Tidak boleh ada fungsi lain. Harapannya, Umbul Gemulo tetap terjaga dan bisa kita wariskan kepada anak cucu,” tegas Heli Suyanto.
Selain itu, Pemkot Batu juga berupaya meningkatkan tata kelola pelayanan air bersih. Heli meminta Perumdam Among Tirto agar lebih responsif terhadap kebutuhan dan keluhan masyarakat, khususnya terkait distribusi air dari sumber Umbul Gemulo.
Pemerintah juga membuka peluang untuk pembentukan forum teknis lanjutan guna mengatur jaringan pipa distribusi air agar lebih tertib, adil, dan berkelanjutan.
Dalam forum tersebut, masyarakat dan pengelola HIPPAM memberikan sejumlah masukan penting. Salah satu usulan utama adalah pembelian lahan milik swasta di sekitar sumber mata air untuk memastikan kawasan tersebut tetap berfungsi sebagai area resapan.
Heli menyebutkan bahwa usulan ini akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan ke depan.
Baca juga: Mahasiswa Unitri Edukasi Siswa SDN 1 Banturejo Hidup Sehat dan Anti-Bullying
Heli juga menekankan bahwa menjaga kelestarian sumber mata air tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. Kolaborasi erat dengan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan upaya ini.
“Tujuan kita jelas. Kita ingin meninggalkan sumber mata air untuk generasi mendatang, bukan meninggalkan air mata. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci,” ujarnya.
Forum koordinasi di Bumiaji ini menjadi bukti nyata bahwa komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat dapat mewujudkan pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.
Dengan langkah-langkah strategis seperti konservasi kawasan Umbul Gemulo, peningkatan tata kelola air bersih, serta pelibatan masyarakat secara aktif, Kota Batu berupaya menjaga keseimbangan ekosistem dan memenuhi kebutuhan air bersih bagi warganya.
Melalui kerja sama yang erat, upaya ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menjaga sumber daya alam sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang. (dek/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat