Jakarta, JatimUPdate.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG), andalan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, mendapatkan sorotan penting terkait pelibatan koperasi dalam pelaksanaannya.
Baca juga: Pemerintah Atur Ritel Modern, Fokus pada Penguatan Koperasi Desa
Ekonom konstitusi Defiyan Cori menegaskan bahwa agar program ini benar-benar berdampak bagi perekonomian daerah, keterlibatan koperasi harus diperkuat dan tidak hanya lewat yayasan.
Dalam pesannya, Kamis (12/2/2026), Defiyan menekankan, “Program MBG harus segera libatkan koperasi. Sehingga program ini betul-betul menggerakkan perekonomian daerah. Libatkan koperasi sekolah bukan lewat yayasan.”
Menurutnya, koperasi memiliki peran strategis untuk menggerakkan ekonomi lokal sekaligus memastikan distribusi bahan baku MBG dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Selain pelibatan koperasi, Defiyan juga mengusulkan pemerintah meniru model perizinan investasi yang diterapkan Vietnam.
Ia menyebut bahwa agar investasi dan program seperti MBG berjalan lancar, perizinan sebaiknya diurus di tingkat provinsi, sementara pemerintah pusat berperan sebagai regulator dan pengawas.
Baca juga: Mendes Dorong Pertumbuhan Kopdes, Minimarket Diminta Stop Ekspansi
“Kenapa MBG semuanya harus proyek pusat? Bandingkan saja cara berinvestasi di Vietnam, semua urusan perizinan di provinsi. Pemerintah pusat hanya regulator dan pengawasannya. Begitulah pertumbuhan dan pemerataan ekonomi dibangun,” jelasnya.
Defiyan melihat MBG sebagai program mulia yang sangat penting untuk meningkatkan gizi anak bangsa. Namun, ia menilai implementasi saat ini kurang tepat karena terlalu terpusat.
“Kalau memang ingin meningkatkan gizi anak bangsa serahkan pengelolaan ke daerah. Jangan tender di pusat,” pungkasnya.
Baca juga: Pemerintah Pastikan Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Tak Ganggu Pembangunan Desa
Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan Badan Gizi Nasional (BGN) telah membahas pelibatan koperasi dalam MBG. Di tingkat daerah, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) diprioritaskan sebagai pemasok bahan baku MBG, sebagai bagian dari strategi pemberdayaan ekonomi lokal dan peningkatan ketahanan pangan.
Pelibatan koperasi dalam Program Makan Bergizi Gratis dinilai krusial untuk memperkuat dampak ekonomi dan sosial di tingkat daerah.
Model desentralisasi pengelolaan serta perizinan yang lebih terfokus di daerah dapat mempercepat pelaksanaan dan pemerataan program, sekaligus memberdayakan pelaku usaha lokal. (dek/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat