Surabaya,JatimUPdate.id – Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Saiful Bahri, mengaku telah menggelar reses di Rusun Randu untuk menyerap aspirasi warga, beberapa waktu lalu.
Dalam pertemuan tersebut, aspirasi yang paling dominan disampaikan warga terkait mahalnya harga token listrik.
Baca juga: KTR di DPRD Surabaya Berlaku: Komisi D Malah Heran Tanpa Smoking Area, Mereka Punya Hak!
Menurut Saiful warga mengeluhkan tingginya beban biaya yang harus ditanggung setiap bulan untuk kebutuhan listrik mereka.
Sementara itu, Pemerintah Kota Surabaya dinilai hanya memberikan janji tanpa ada realisasi yang konkret.
Saiful mengatakan, persoalan tersebut sebenarnya sudah dua kali dibahas dalam hearing atau rapat dengar pendapat di DPRD Surabaya.
Aspirasi warga telah dicatat dan dibicarakan, namun sampai saat ini belum ada tindak lanjut.
“Sudah dua kali dibahas di hearing, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut yang dirasakan penghuni,” kata Saiful, Selasa (17/2)
Selain masalah listrik, warga juga mengeluhkan kondisi bangunan rusun yang sering mengalami kebocoran.
Baca juga: Pemkot Blokir Adminduk Mantan Suami Abai Nafkah, Komisi A: Langkah Tegas Beri Efek Jera
"Kondisi yang sering terjadi, apabila ada kerusakan di lantai atas maka akan berdampak langsung ke lantai bawah," tutur Saiful
Namun, ungkap legislator NasDem perbaikan di lantai bawah harus menunggu penanganan di unit atas hingga tuntas.
Akibatnya, penghuni di lantai bawah tetap terdampak rembesan air kendati tidak mengalami kerusakan langsung di unitnya sendiri.
Menanggapi hal itu, Saiful menyarankan agar warga melakukan penanganan mandiri untuk kerusakan skala kecil.
Baca juga: KTR di DPRD Surabaya, Dewan: Harus Bijak Sediakan Smoking Area
Ia menganggap, jika selalu menunggu realisasi dari pemerintah kota, prosesnya kerapkali memakan waktu yang cukup lama.
“Misalnya kalau hanya peralon pecah atau kerusakan ringan, sebaiknya segera ditangani sendiri agar tidak berlarut-larut,” ujarnya.
"Hal ini dilakukan agar kerusakan tidak semakin parah dan tidak merugikan penghuni lainnya di rusun tersebut," urai Saiful Bahri. (Roy)
Editor : Yuris. T. Hidayat