Lumajang, JatimUPdate.id - Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengambil langkah tegas dengan menutup sementara operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelola Yayasan ODA Masa Depan Utama di Desa Labruk Lor.
Baca juga: Ketika Piring Menggeser Aspal
Keputusan ini diambil pada Kamis, (5/03/2026), menyusul temuan bahwa pengelolaan limbah dapur tersebut belum memenuhi standar dan menimbulkan keluhan dari warga sekitar.
Saat melakukan inspeksi, Bupati Indah Amperawati mencium bau menyengat yang diduga berasal dari limbah dapur. Ia mengaku kecewa karena pengelola belum menindaklanjuti sejumlah rekomendasi perbaikan yang telah diberikan sebelumnya.
“Kami sudah memberikan beberapa masukan terkait pengelolaan limbah, tapi sampai sekarang belum ada perbaikan signifikan. Karena itu, operasional SPPG kami tutup sementara,” jelas Bunda Indah.
Seorang warga, Vivi, mengungkapkan bahwa bau limbah mengganggu lingkungan dan diduga mencemari air sumur yang digunakan sehari-hari. “Sudah satu bulan ini sumur saya tercemar. Sebelumnya tidak ada masalah, tapi sejak ada SPPG ini, air sumur jadi tidak layak pakai,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan penutupan ini bersifat sementara. Dapur SPPG baru akan beroperasi kembali setelah pengelola memperbaiki sistem pengolahan limbah agar sesuai standar lingkungan dan tidak mengganggu warga sekitar.
Langkah ini diambil untuk menjaga kelancaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) tanpa menimbulkan persoalan baru di masyarakat.
Baca juga: Zulhas Minta Sekolah Langsung Lapor ke SPPG Jika Menu MBG Tak Sesuai Standar
Pada hari yang sama, Ketua DPRD Lumajang, Hj. Oktafiyani, SH., MH., bersama Bupati Indah dan jajaran Forkopimda melakukan kunjungan kerja meninjau pelaksanaan program MBG.
Rombongan memeriksa enam lokasi SPPG di berbagai titik, termasuk dapur Labruk Lor, untuk memastikan proses penyediaan dan distribusi makanan bergizi berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Bupati Indah menegaskan pentingnya penerapan SOP yang ketat, khususnya dalam pengelolaan limbah, guna menjaga kualitas program sekaligus memastikan lingkungan sekitar dapur tetap bersih dan aman.
Hasil pengecekan menunjukkan kadar Chemical Oxygen Demand (COD) dan Biological Oxygen Demand (BOD) limbah di dapur Labruk Lor masih tinggi, sehingga perlu perbaikan segera.
Baca juga: Zulhas: Keluhan Soal MBG silahkan Sampaikan Langsung Ke SPPG Bukan Ke Medsos
Pemerintah Kabupaten Lumajang juga akan melaporkan kondisi ini kepada Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki dan meningkatkan pelaksanaan program MBG.
Penutupan sementara dapur SPPG di Desa Labruk Lor menjadi langkah penting dalam menjaga keseimbangan antara pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis dan kelestarian lingkungan.
Sinergi pengawasan antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat diharapkan dapat memastikan program ini berjalan efektif tanpa mengabaikan kualitas hidup warga sekitar. (dek/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat