Kiai Abdul Hamid Wahid: Pesantren Harus Inovatif Hadapi Krisis Nilai dan Tantangan Zaman

Reporter : Ponirin Mika
Kepala Pesantren Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Abdul Hamid Wahid yang juga Bupati Kabupaten Bondowoso itu.

 

Paiton, Probolinggo, JatimUPdate.id - Kepala Pesantren Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Abdul Hamid Wahid, menegaskan pentingnya inovasi dalam pengelolaan pesantren untuk menghadapi krisis nilai dan berbagai tantangan zaman yang semakin kompleks.

Baca juga: Abu Bakar Rohim Tegaskan DPD Partai Gelora Kabupaten Probolinggo Diisi Generasi Muda yang Potensial

Hal tersebut disampaikan dalam sambutannya kepada para pengabdi dan pengelola pendidikan di lingkungan pesantren, Ahad (08/03/26).

Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya tidak dapat dilihat secara instan, karena proses pendidikan berhubungan langsung dengan manusia yang memiliki perasaan, karakter, serta potensi yang berbeda-beda.

Oleh karena itu, setiap pengabdian di pesantren harus selalu disertai dengan pembaruan niat untuk mengabdi secara sungguh-sungguh.

Kiai Hamid menjelaskan bahwa keikhlasan dalam pengabdian tidak berarti bekerja secara seadanya.

Justru, keikhlasan menuntut seseorang untuk memberikan yang terbaik tanpa menjadikan materi sebagai ukuran utama dalam bekerja.

“Pengabdian di pesantren bukan semata-mata pekerjaan yang dihitung berdasarkan untung dan rugi secara materi, tetapi merupakan bentuk pelayanan yang memiliki nilai kemuliaan sekaligus tanggung jawab yang besar,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa kualitas dan kuantitas pengabdian di pesantren harus terus ditingkatkan.

Hal ini mengingat peran pesantren tidak hanya sebagai lembaga pendidikan dan pengajaran, tetapi juga sebagai lembaga pengkaderan yang mempersiapkan calon pemimpin masa depan, sekaligus sebagai pusat dakwah dan pelayanan kepada masyarakat.

Baca juga: Gebrakan Gelora Tapal Kuda: Kabupaten Probolinggo Sukses Jadi Episentrum Konsolidasi Jawa Timur

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa berbagai fungsi tersebut tidak dapat dijalankan secara individual, melainkan harus dilaksanakan secara kelembagaan dengan kesadaran berorganisasi yang kuat.

Karena itu, para pengabdi di lingkungan Pesantren Nurul Jadid diharapkan mampu mengambil peran aktif dalam menjalankan berbagai fungsi strategis pesantren.

Menurutnya, para guru dan pengelola pendidikan yang telah lama mengabdikan diri di pesantren pada akhirnya akan memiliki pengalaman yang membentuk keahlian dan kemahiran dalam menjalankan tugas.

Hal tersebut menjadi modal penting agar pesantren tetap relevan dalam menghadapi perubahan zaman.

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Hamid juga menyoroti kondisi bangsa yang saat ini tengah menghadapi krisis nilai dan karakter.

Baca juga: Tutup UMKM Ramadhan Fest 2026 di Torasera Nurul Jadid, Bupati Haris Apresiasi Kolaborasi Pusat dan Pesantren

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, kemanusiaan dan kecerdasan manusia kerap kali tersamarkan oleh arus perubahan yang begitu cepat.

Karena itu, ia menegaskan bahwa langkah-langkah yang diambil dalam pengelolaan pesantren harus terus mengalami peningkatan kualitas.

Jika tidak ada peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, maka sesungguhnya kondisi tersebut menunjukkan posisi yang merugi.

Ia pun menutup sambutannya dengan mengajak seluruh hadirin untuk bermunajat kepada Allah SWT agar berbagai peristiwa yang terjadi, baik di tingkat daerah, nasional, maupun global, senantiasa diberikan perbaikan dan kebaikan oleh-Nya. (pm/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru