Pemprov Jatim Matangkan Proyek Kereta Urban Surabaya Bareng Pemerintah Inggris

Reporter : Imam Hambali
Suasana pertemuan Wagub Jatim Emil Dardak dengan Minister Counsellor for Development Kedutaan Besar Inggris, Peter Rajadiston, pada Senin (9/3/2026).

 

Surabaya, JatimUPdate.id - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) semakin serius merealisasikan proyek transportasi massal berbasis rel yang menghubungkan kawasan barat hingga timur Kota Surabaya.

Baca juga: Tol Prosiwangi Difungsionalkan Terbatas H-10 Lebaran 2026, Wagub Emil: Dukung Kelancaran Mudik

Upaya ini dimatangkan melalui pembahasan intensif dengan pemerintah Inggris.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menerima kunjungan Minister Counsellor for Development Kedutaan Besar Inggris, Peter Rajadiston, pada Senin (9/3/2026).

Pertemuan tersebut membahas kelanjutan kerja sama pembangunan transportasi rel perkotaan di Surabaya.

Emil menjelaskan, Peter Rajadiston merupakan pejabat dari Foreign, Commonwealth & Development Office (FCDO) yang membidangi kebijakan pembangunan.

Salah satu topik utama yang dibahas adalah tindak lanjut rencana proyek kereta urban Surabaya yang sebelumnya juga dibicarakan dalam pertemuan pemimpin Indonesia dan Inggris.

“Pak Peter adalah Minister Counselor yang membidangi kebijakan pembangunan dari Kedutaan Besar Inggris. Salah satu yang menjadi fokus adalah tindak lanjut pembahasan yang sebelumnya juga dibicarakan dalam pertemuan Presiden dengan Perdana Menteri Inggris, termasuk mengenai kereta api Surabaya,” ujar Emil.

Menurut Emil, saat ini pembahasan difokuskan pada pematangan rute transportasi rel yang belum terlayani, terutama dari kawasan barat menuju timur Kota Surabaya.

Baca juga: Ambrolnya Jembatan Sentong, Aktivitas Perdagangan dan Sekolah Warga Bondowoso Terganggu

Meski demikian, Emil menegaskan proyek transportasi publik berskala besar seperti kereta perkotaan tidak dapat sepenuhnya bergantung pada investasi swasta. Dukungan fiskal dari pemerintah pusat maupun daerah tetap menjadi faktor kunci.

“Tidak ada proyek transportasi publik seperti kereta yang sepenuhnya dibiayai swasta. Harus ada dukungan pemerintah. Karena itu kita juga mengkaji kondisi fiskal untuk 10 hingga 20 tahun ke depan,” jelasnya.

Kerja sama pembangunan transportasi massal antara Indonesia dan Inggris sendiri telah disepakati pada awal 2026. Kedua negara menandatangani kemitraan pertumbuhan ekonomi dalam sebuah pertemuan di London pada 19 Januari 2026 yang memasukkan proyek Kereta Urban Surabaya sebagai salah satu program strategis.

Selain proyek LRT, kawasan aglomerasi Surabaya juga tengah bersiap menyambut pembangunan Surabaya Regional Railway Line (SRRL) yang didanai pemerintah pusat dan direncanakan mulai beroperasi pada 2027.

Baca juga: Ambrolnya Jembatan Sentong, Warga Bondowoso Terpaksa Lewati Jalur Alternatif

Secara historis, Surabaya sebenarnya bukan kota yang asing dengan transportasi rel dalam kota.

Sejak 1889 pada masa kolonial Belanda, kota ini pernah memiliki jaringan trem uap dan trem listrik yang cukup luas hingga menjangkau wilayah Krian. Jaringan tersebut dikelola oleh Oost-Java Stoomtram Maatschappij sebelum akhirnya berhenti beroperasi pada akhir 1960-an.

Sembari menunggu realisasi proyek kereta urban, masyarakat diimbau mulai membiasakan diri menggunakan transportasi publik yang sudah tersedia, seperti Suroboyo Bus, Trans Semanggi Suroboyo, maupun Commuter Line Lokal Surabaya.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi sekaligus membantu menekan kemacetan serta polusi udara di kawasan Surabaya Raya.(ih/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru