Berkunjung Ke SDN Pulubala, Wamen Viva Yoga: Kementrans Memiliki Berbagai Program di Kawasan Transmigrasi

Reporter : Rio Rolis
Wamen Transmigrasi Viva Yoga Mauladi didampingi Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wabub Gorontalo Tonny S. Junus berkunjung ke SDN 10 Pulubala, Kecamatan Pulubala, Kab. Gorontalo.


 
Gorontalo, JatimUPdate.id - Kehadiran Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi yang didampingi oleh Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wakil Bupati Gorontalo Tonny S. Junus ke SDN 10 Pulubala, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Rabu, (8/4/2026), disambut kepala sekolah, guru, dan puluhan siswa sekolah dasar di sekolah yang berada di pinggir jalan itu.

Kehadiran Viva Yoga ke sekolah itu untuk meninjau pembangunan sarana pendukung pendidikan. Bantuan Kementerian Transmigrasi (Kementrans) di sekolah yang berada di kawasan transmigrasi itu adalah pembangunan toilet.

Baca juga: Penyerahan SHM Pada 109 Transmigran, Wamen Viva Yoga: Lahannya Jangan Dijual

Pembangunan toilet yang sudah rampung dan telah digunakan oleh para siswa itu diharapkan meningkatkan proses pendidikan guna meningkatkan sumber daya manusia khususnya di kawasan transmigrasi.

Dalam kunjungan tersebut Viva Yoga juga memberikan bantuan buku tulis pada siswa-siswa sekolah. “Kementrans mempunyai program-program pemberdayaan rakyat seperti peningkatan fasilitas umum, pendidikan, kesehatan, renovasi toilet dan sekolah, pembangunan infrastruktur jalan non-status di kawasan transmigrasi”, paparnya.

Lebih jauh Wamen Transmigrasi menyatakan Kementrans juga membangun irigasi pertanian, pembuatan tanggul di sungai, agar ada jaringan tersier.

Program tersebut dilakukan sebagai bentuk Kementrans hadir di tengah masyarakat.

Program yang ada dikatakan bukan hanya untuk warga transmigran namun juga warga setempat yang ada di kawasan transmigrasi.

Baca juga: Wamen Viva Yoga Dorong Balai Transmigrasi Berkontribusi Dalam Pembangunan Wilayah

“Tanggung jawab Kementrans sesuai dengan undang-undang adalah untuk mensejahterakan semua”, tutur mantan Anggota Komisi IV DPR itu.

Membangun kawasan transmigrasi diakui juga kerap bermitra dengan kementerian yang lain sehinga membuat pembangunan di sana menjadi lebih efektif dan efisien.

“Kita kerap bermitra dengan Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Pertanian, dan kementerian terkait dalam membangun kawasan transmigrasi,” tuturnya.

Kementerian yang beralamat di Kalibata, Jakarta, ini memiliki 154 kawasan transmigrasi. Pengembangan masing-masing kawasan dikatakan sesuai dengan potensi yang ada.

Baca juga: Menciptakan Kawasan Pertumbuhan Ekonomi, Banyak Bupati Berminat Pada Program Transmigrasi

Disebut di Jambi, potensi yang ada adalah kelapa sawit, maka transmigran didorong untuk mengelola lahan yang ada dengan menanam sawit.

Di Sulawesi tengah cocok dengan kakao. “Kalau di Gorontalo saya rasa kita akan fokus pada jagung dan kelapa”, ungkapnya.

Potensi yang dikembangkan itu menurut Viva Yoga mampu meningkatkan pendapatan transmigran sehingga kehidupannya menjadi lebih baik.  (rilis/rio/yh)
 

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru