Jakarta, JatimUPdate.id - Forum Staf Anggota (FOSTA) Fraksi Partai Golkar DPR RI bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar workshop pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung kinerja tenaga ahli (TA) dan staf administrasi anggota DPR RI.
Dalam kegiatan bertajuk “Pemanfaatan Teknologi Artificial Intelligence untuk Mendukung Kerja Profesional Tenaga Ahli DPR RI” tersebut, Ketua Umum FOSTA, Nur Wahyu Satrio Wibowo, menegaskan bahwa AI menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kualitas analisis kebijakan di parlemen.
Baca juga: Hetifah Sjaifudian: Tali Asih Pengajian Al-Hidayah itu Wujud Kepedulian Sosial pada Jamaah
“Pemanfaatan AI oleh tenaga ahli dan staf administrasi akan sangat membantu memperkuat kualitas keputusan DPR melalui analisis yang lebih cepat, akurat, dan berbasis data,” kata Satrio dalam workshop di Jakarta, Senin (20/4/2026).
Menurutnya, integrasi AI dalam alur kerja tenaga ahli dapat dimulai dari tahap riset awal hingga penyusunan bahan kebijakan. AI dinilai mampu mempercepat penelusuran isu, pengumpulan referensi, hingga pemetaan data yang kompleks.
Ia menjelaskan, penggunaan AI dapat mendukung tiga fungsi utama DPR, yakni fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran. Dalam fungsi legislasi, AI membantu mempercepat telaah rancangan undang-undang. Sementara dalam fungsi pengawasan, AI mampu menganalisis efektivitas program pemerintah. Adapun dalam fungsi anggaran, teknologi ini dapat mengolah data keuangan secara lebih komprehensif.
Baca juga: Hetifah Sjaifudian: 70 Persen Gen Z Cari Informasi Lewat AI
Lebih lanjut, Satrio memaparkan bahwa pemanfaatan AI juga mencakup proses drafting atau penyusunan bahan rapat, policy brief, hingga naskah pidato. Setelah itu, dilakukan tahap review dan penyempurnaan untuk memastikan kualitas substansi dan konsistensi materi.
“Dengan AI, proses kerja menjadi lebih sistematis, mulai dari riset, analisis, penyusunan bahan, hingga menghasilkan output yang siap digunakan oleh anggota dewan secara tepat waktu,” ujarnya.
Baca juga: Puteri Komarudin: Ekonomi 2025 Modal Tangguh Hadapi 2026
Meski demikian, ia menekankan bahwa AI tidak menggantikan peran manusia dalam pengambilan keputusan politik. Menurutnya, teknologi hanya berfungsi sebagai alat bantu untuk memperkuat kualitas analisis dan mempercepat proses kerja.
Workshop ini juga menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi, serta diikuti oleh tenaga ahli dan staf administrasi dari berbagai anggota DPR RI sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan parlemen (*)
Editor : Redaksi