Disperpusip Jatim Gelar Talkshow Literasi, Dorong Difabel Berprestasi dan Mandiri

Reporter : Ibrahim
Disperpusip Provinsi Jatim menggelar talkshow bertajuk "Dari Potensi ke Prestasi: Literasi untuk Difabel yang Berdaya" di Kantor Disperpusip Jatim, Surabaya, Kamis (23/4/2026).

 

Surabaya, JatimUpdate.id -
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Provinsi Jawa Timur menggelar talkshow bertajuk "Dari Potensi ke Prestasi: Literasi untuk Difabel yang Berdaya" di Kantor Disperpusip Jatim, Surabaya, Kamis (23/4/2026).

Baca juga: Tanggapan Untuk Pers Terkait Dugaan Korupsi Di Dinas ESDM Jawa Timur.

Kegiatan ini bertujuan memberdayakan eksistensi penyandang disabilitas melalui pendekatan literasi yang inklusif.
Disperpusip Jatim menghadirkan Dokter Spesialis Anak UPT Vertikal Surabaya, dr. Ergia Latifolia, Sp.A, serta Founder Athalia’s Blessing Surabaya, Agil Torresia Nirwanasari, SE, M.Pd sebagai narasumber. Acara ini melibatkan Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA), Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (Potads), terapis anak, hingga para pustakawan.

Selain diskusi bagi orang tua dan pengasuh, panitia mengajak anak-anak difabel beraktivitas kreatif melalui permainan dan mewarnai.
Kepala Disperpusip Jatim, Ir. Tiat S. Suwardi, menegaskan bahwa perpustakaan kini bertransformasi menjadi pusat pemberdayaan masyarakat yang inklusif.

Menurutnya, layanan publik yang ramah disabilitas merupakan komitmen nyata untuk mewujudkan masyarakat yang cerdas dan berkeadilan.

"Kami terus meningkatkan kualitas layanan perpustakaan yang ramah disabilitas. Ini adalah tuntutan pelayanan publik yang inklusif agar tidak ada seorang pun yang tertinggal atau No One Left Behind," ujar Tiat.

Tiat menjelaskan bahwa pihaknya tidak hanya fokus pada penyediaan sarana fisik yang aksesibel, tetapi juga penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).

Ia menilai, tantangan terbesar terletak pada aspek non-fisik seperti pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam berinteraksi dengan difabel.

Baca juga: Tokoh PMI Jatim Nurwiyatno Meninggal Dunia, Sempat Aktif Bekerja Sehari Sebelumnya

"Literasi bagi penyandang disabilitas adalah kunci kemandirian. Melalui pendekatan literasi yang inklusif dan berbasis teknologi, mereka dapat bertransformasi menjadi individu yang berdaya dan meraih potensi tertingginya," imbuhnya.

Berkat komitmen tersebut, Disperpusip Jatim sebelumnya meraih penghargaan dari KemenPAN-RB RI sebagai Unit Penyelenggara Pelayanan Publik Terbaik Penyedia Sarpras Ramah Kelompok Rentan pada tahun 2024.

Tiat optimis, dengan akses literasi yang tepat dan dukungan teknologi digital, penyandang disabilitas mampu bersaing di dunia kerja, termasuk menjadi ASN atau bekerja di perusahaan swasta.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat dan keluarga untuk terus memberikan ruang bagi para difabel agar mampu berprestasi dan mandiri secara ekonomi. (roy/yh)

Baca juga: Sekdaprov Jatim Adhy Karyono Terima Kunjungan KBRI Brunei Darusalam, Perkuat Pelindungan PMI di Brunei Darussalam

Pewarta R Satrio Wijoyo

 

 

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru