Dari Daerah ke Provinsi, Raka-Raki Jatim 2026 Siap Lahirkan Wajah Baru Pariwisata

Reporter : Redaksi
Audisi Duta Wisata Jawa Timur (Foto: Instagram @disbudparjatimprov)

Surabaya, JatimUPdate.id — Ajang bergengsi Pemilihan Duta Wisata Raka-Raki Jawa Timur 2026 resmi menutup masa pendaftaran pada Minggu, 26 April 2026. Program tahunan yang digagas Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur ini kembali menjadi magnet bagi generasi muda untuk ambil bagian dalam promosi pariwisata dan pelestarian budaya daerah.

Momentum penutupan pendaftaran ini menandai berakhirnya tahap awal penjaringan peserta yang akan bersaing menjadi representasi terbaik Jawa Timur di bidang kepariwisataan. Tahun ini, kesempatan terbuka secara khusus bagi perwakilan dari enam daerah, yakni Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Lumajang, Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Kabupaten Pacitan, dan Kabupaten Pamekasan.

Baca juga: Hari Konsumen Nasional 2026, Khofifah Tegaskan Konsumen Berdaya dan Terlindungi Jadi Pilar Ekonomi Menuju Indonesia Emas

Keterlibatan enam daerah tersebut dinilai strategis, mengingat masing-masing memiliki potensi wisata unggulan yang beragam, mulai dari wisata alam, budaya, hingga kuliner khas yang belum sepenuhnya terekspos secara luas. Melalui ajang ini, para peserta diharapkan mampu menjadi jembatan promosi yang efektif sekaligus inovatif.

Pemilihan Raka-Raki Jawa Timur tidak hanya menonjolkan aspek visual, melainkan juga menekankan kualitas intelektual dan karakter peserta. Panitia menetapkan sejumlah persyaratan ketat guna memastikan kandidat yang terpilih benar-benar memiliki kapasitas sebagai duta wisata.

Peserta harus berusia antara 18 hingga 24 tahun, dengan rentang kelahiran 2002 hingga 2008, serta dibuktikan melalui dokumen resmi seperti akta kelahiran. Latar belakang sebagai pelajar atau mahasiswa menjadi nilai tambah, mengingat peran duta wisata juga berkaitan dengan edukasi dan penyebaran informasi kepada masyarakat.

Selain itu, peserta dituntut memiliki penampilan menarik, kecerdasan, serta kepribadian yang baik. Standar tinggi badan minimal 173 cm untuk putra dan 163 cm untuk putri juga diberlakukan, disertai dengan kondisi tubuh yang proporsional berdasarkan indeks massa tubuh.

Tak kalah penting, peserta harus merupakan putra-putri asli dari daerah yang diwakili. Hal ini dibuktikan melalui KTP atau surat keterangan domisili serta Kartu Keluarga. Ketentuan ini bertujuan menjaga autentisitas representasi daerah dalam ajang provinsi.

Panitia juga memberikan batasan bahwa peserta belum pernah mengikuti ajang duta wisata tingkat provinsi sebelumnya, guna membuka peluang seluas-luasnya bagi talenta baru untuk tampil.

Proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui tautan resmi yang disediakan panitia. Peserta diwajibkan mengisi formulir serta mengunggah dokumen pendukung sesuai wilayah audisi.

Setelah tahap administrasi, peserta yang lolos akan mengikuti seleksi lanjutan secara langsung (offline) yang dijadwalkan berlangsung pada 27 April 2026 di Graha Wisata Disbudpar Jatim. Tahapan ini menjadi krusial karena para peserta akan dinilai secara langsung oleh dewan juri.

Dalam seleksi ini, aspek yang dinilai mencakup wawasan kepariwisataan, kemampuan komunikasi, public speaking, hingga sikap dan kepercayaan diri. Para peserta juga dituntut mampu menyampaikan gagasan kreatif terkait promosi pariwisata daerah masing-masing.

Baca juga: Menjaga "Pagar" Daerah di Tengah Badai Geopolitik Global

Tidak menutup kemungkinan, peserta juga akan diuji dalam pemahaman isu-isu aktual di sektor pariwisata, termasuk pengembangan destinasi berkelanjutan, digitalisasi promosi, serta peran generasi muda dalam menjaga lingkungan.

Raka-Raki Jawa Timur telah lama dikenal sebagai salah satu ajang duta wisata paling prestisius di tingkat daerah. Setiap tahunnya, ajang ini melahirkan figur-figur muda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga aktif dalam berbagai kegiatan promosi dan edukasi.

Istilah “Raka” digunakan untuk duta wisata laki-laki, sedangkan “Raki” merujuk pada duta wisata perempuan. Keduanya memiliki peran strategis sebagai representasi wajah pariwisata Jawa Timur di berbagai forum, baik tingkat lokal, nasional, maupun internasional.

Para pemenang nantinya akan terlibat dalam berbagai kegiatan, mulai dari promosi destinasi wisata, kampanye pelestarian budaya, hingga edukasi masyarakat terkait pentingnya menjaga lingkungan dan kearifan lokal.

Selain itu, busana yang dikenakan oleh para finalis juga menjadi simbol identitas budaya Jawa Timur. Desainnya merupakan hasil kolaborasi antara budayawan, seniman, dan pengamat busana dari berbagai daerah, sehingga mencerminkan kekayaan tradisi yang beragam.

Di tengah perkembangan industri pariwisata yang semakin kompetitif, peran generasi muda menjadi sangat penting. Raka-Raki Jawa Timur diharapkan mampu menghadirkan pendekatan baru dalam promosi wisata, terutama melalui pemanfaatan teknologi digital dan media sosial.

Baca juga: Kurangi Kepadatan Jalan, Pemprov Jatim Kirim Motor Pemudik ke Kampung Halaman

Dengan karakter yang adaptif dan kreatif, generasi muda dinilai memiliki kemampuan untuk menjangkau audiens yang lebih luas, termasuk wisatawan mancanegara. Hal ini menjadi peluang besar bagi Jawa Timur untuk meningkatkan daya saing sektor pariwisata.

Lebih dari itu, para duta wisata juga diharapkan menjadi agen perubahan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Edukasi terkait pengelolaan sampah, pelestarian alam, serta penghormatan terhadap budaya lokal menjadi bagian penting dari peran mereka.

Dengan berakhirnya masa pendaftaran hari ini, perhatian kini tertuju pada tahapan seleksi yang akan segera digelar. Proses ini diharapkan mampu menjaring kandidat terbaik yang tidak hanya unggul secara individu, tetapi juga memiliki visi kuat dalam memajukan pariwisata daerah.

Ajang Raka-Raki Jawa Timur 2026 menjadi bukti komitmen pemerintah dalam memberdayakan generasi muda sebagai garda depan promosi budaya dan pariwisata. Dari panggung ini, diharapkan lahir sosok-sosok inspiratif yang mampu membawa nama Jawa Timur semakin dikenal di kancah yang lebih luas.

Seiring meningkatnya minat generasi muda untuk berpartisipasi, ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga wadah pembelajaran, pengembangan diri, dan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah. Jawa Timur pun menatap optimistis lahirnya duta-duta wisata baru yang siap mengharumkan nama daerah di masa mendatang.(DPR)

Editor : Redaksi

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru