Bondowoso, JatimUPdate.id, – Jembatan darurat Sentong penghubung Desa Sukowiryo dan Kelurahan Nangkaan, Kecamatan Bondowoso, Kabupaten Bondowoso, kembali dapat dilalui warga setelah selesai diperbaiki.
Baca juga: 17 Siswa Lolos ke Kabupaten, Satu Tembus Nasional: Rahasia Pembinaan Paskibraka di SMAN 1 Tenggarang
Jembatan tersebut menjadi akses sementara selama perbaikan Jembatan Sentong yang ambles pada akhir Februari 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, mengatakan jembatan darurat itu telah kembali difungsikan sejak dua hari terakhir, seiring penutupan total Jembatan Sentong untuk proses perbaikan.
“Sejak dua hari lalu sudah bisa dilalui kembali, sementara jembatan utama juga mulai ditutup total pada pagi hari untuk perbaikan,” ujarnya, Jumat (1/5/2026).
BPBD bersama instansi terkait masih melakukan evaluasi terhadap konstruksi jembatan darurat untuk memastikan keamanan, terutama saat terjadi peningkatan debit air sungai.
Sebelumnya, jembatan darurat yang dibangun menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp75 juta itu sempat rusak setelah diterjang arus sungai yang membawa material sampah saat hujan lebat, Minggu (26/4/2026).
Baca juga: Dinkes Bondowoso Gencarkan Deteksi Dini Penyakit Lewat Cek Kesehatan Gratis di CFD
Sejumlah warga berharap penguatan konstruksi dilakukan agar jembatan lebih aman dilalui dalam berbagai kondisi cuaca, mengingat jalur tersebut menjadi akses penting aktivitas harian.
“Sekarang sudah terasa lebih aman, tapi kalau hujan lebat dan banjir tetap harus waspada,” ujar Yuni warga Kelurahan Nangkaan.
Ia juga berharap perbaikan Jembatan Sentong segera rampung agar mobilitas warga kembali normal tanpa harus memutar jauh.
Hal senada disampaikan warga Perumahan Villa Kembang Sukowiryo. Ia mengapresiasi perbaikan yang telah dilakukan, namun menilai aspek keselamatan, termasuk penerangan, masih perlu diperhatikan.
Baca juga: Jelang Berangkat ke Madinah, Jamaah Haji Kloter 86 Ikuti Terapi Bahagia
“Syukurlah sudah diperbaiki dan bisa dilewati lagi. Tapi malam hari harus lebih hati-hati, apalagi kalau ada lampu yang mati,” katanya.
Ia menambahkan, perencanaan pembangunan jembatan ke depan diharapkan lebih memperhatikan faktor keselamatan warga.
Warga berharap perbaikan Jembatan utama Sentong dapat segera rampung agar mobilitas kembali normal. (ries/mmt)
Editor : Miftahul Rachman