TNI AL Siapkan Awak Kapal Selam 'Siluman' Scorpene, Personel Dikirim ke Prancis
Surabaya, JatimUPdate.id - TNI Angkatan Laut (TNI AL) mulai menyiapkan personel yang akan menjadi pengawak kapal selam kelas Scorpene.
Langkah ini dilakukan meski kapal selam tersebut diperkirakan baru akan diterima Indonesia sekitar delapan tahun mendatang.
Sejumlah personel TNI AL telah dikirim ke Prancis untuk menjalani pelatihan bersama Angkatan Laut Prancis dan Naval Group.
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari persiapan pengoperasian kapal selam Scorpene.
Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan TNI AL telah membentuk satuan tugas yang akan mendukung pengoperasian kapal selam tersebut.
"TNI AL telah menyiapkan tim satgas yang akan mendukung pengoperasian kapal selam Scorpene. Sejumlah personel juga telah dikirim ke Prancis untuk mengikuti pelatihan dan akan bergabung dengan Angkatan Laut Prancis serta Naval Group untuk mendalami kemampuan pengoperasian kapal selam," ujar Muhammad Ali saat berada di Surabaya.
Menurut dia, personel yang disiapkan merupakan prajurit yang telah memiliki pengalaman mengoperasikan kapal selam. Pengalaman tersebut diharapkan memudahkan mereka mengikuti pelatihan sekaligus menguasai teknologi Scorpene.
Muhammad Ali menjelaskan kapal selam Scorpene memiliki sejumlah peningkatan kemampuan dibandingkan kapal selam yang sebelumnya dioperasikan TNI AL.
Kapal selam tersebut memiliki panjang hampir 72 meter atau sekitar 10 meter lebih panjang dibandingkan kapal selam TNI AL sebelumnya.
Selain berukuran lebih besar, Scorpene memiliki kemampuan menyelam lebih lama dan lebih dalam serta kecepatan yang lebih baik.
Dari sisi persenjataan, kapal selam Scorpene tidak hanya dilengkapi torpedo. Kapal selam tersebut juga memiliki kemampuan membawa dan meluncurkan peluru kendali dari bawah permukaan laut.
Kemampuan tersebut menjadi salah satu peningkatan kapabilitas bagi TNI AL.
Dengan kemampuan menyelam, kecepatan, dan persenjataan yang lebih mumpuni, Scorpene diharapkan memberikan keunggulan operasional yang lebih besar.
Terkait penempatan kapal selam Scorpene, TNI AL tidak akan terpaku pada satu pangkalan. Kapal selam tersebut nantinya dapat ditempatkan secara berpindah sesuai kebutuhan operasional.
Sejumlah lokasi yang dapat menjadi pilihan antara lain Surabaya dan Jakarta.
Penyiapan personel sejak jauh hari dinilai penting agar kapal selam Scorpene nantinya tidak hanya siap dari sisi teknologi, tetapi juga didukung awak yang memiliki kemampuan dan pengalaman memadai.
Dengan pelatihan yang dilakukan sejak sekarang, TNI AL diharapkan telah memiliki personel yang siap mengoperasikan kapal selam Scorpene ketika memasuki tahap operasional.
Sebelumnya, redaksi JatimUPdate.id telah memberitakan bahwa PT PAL akan memulai tahap produksi kapal selam siluman Scorpène Evolved melalui prosesi pemotongan pelat baja pertama di Surabaya.
Acara tersebut dijadwalkan dipimpin Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Mohammed Ali serta dihadiri perwakilan Kementerian Pertahanan RI, Kedutaan Besar Prancis, dan mitra industri.
Momen ini menjadi langkah penting dalam penguatan kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Prancis.
Scorpène Evolved merupakan kapal selam berteknologi siluman yang dilengkapi sensor modern, sistem persenjataan canggih, serta baterai litium-ion generasi terbaru untuk meningkatkan daya tahan operasional.
Kemampuan tersebut menjadikannya sebagai salah satu aset strategis yang akan memperkuat kemampuan TNI Angkatan Laut dalam menjaga wilayah perairan nasional.
Kontrak pengadaan dua kapal selam mulai berlaku pada 23 Juli 2025 dengan skema alih teknologi antara PT PAL dan Naval Group.
Berkat program pelatihan di Prancis, teknisi Indonesia kini memiliki kemampuan membangun kapal selam tersebut di dalam negeri.
Kerja sama ini juga memperkuat kemitraan strategis komprehensif Indonesia dan Prancis yang disepakati kedua negara pada 2026. (ih/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat