Sidoarjo, JatimUPdate.id - Wajah baru Alun-Alun Sidoarjo sukses menarik ribuan warga setiap akhir pekan.
Baca juga: Dibayangi Temuan Administrasi dan Aset, Pemkab Sidoarjo Lakukan Pembenahan demi Pertahankan WTP
Namun di tengah tingginya antusiasme masyarakat menikmati ruang publik tersebut, muncul pekerjaan rumah besar yang mulai disorot Pemkab Sidoarjo, yakni soal kebersihan, ketertiban hingga potensi kerusakan fasilitas umum akibat minimnya kesadaran pengunjung.
Bupati Sidoarjo Subandi meminta masyarakat tidak hanya ramai memanfaatkan fasilitas publik, tetapi juga ikut menjaga keberlangsungan dan kenyamanannya.
Menurutnya, fasilitas yang telah dibangun menggunakan anggaran daerah dan dukungan CSR harus dirawat bersama agar tidak cepat rusak.
“Fasilitas yang sudah dibangun dan dipercantik ini harus kita jaga bersama. Kebersihan, ketertiban, serta fasilitas umum yang ada harus dirawat agar tetap nyaman digunakan masyarakat,” kata Subandi saat menerima bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Jatim, Selasa (26/5/2026).
Dalam kesempatan itu, Bank Jatim menyerahkan bantuan 30 unit kursi taman untuk kawasan Alun-Alun Sidoarjo.
Penyerahan bantuan turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Satpol PP hingga jajaran Forkopimda.
Subandi mengapresiasi kontribusi Bank Jatim yang dinilai ikut membantu mempercantik kawasan ruang terbuka publik di pusat Kota Delta.
Baca juga: 1.140 Personel Polresta Sidoarjo Siagakan Layanan Pengamanan Pilkades Serentak di 80 Desa
Ia menyebut Alun-Alun Sidoarjo kini semakin hijau dan nyaman setelah dilakukan penataan beberapa waktu terakhir.
“Terima kasih kepada Bank Jatim yang telah peduli kepada daerah melalui program CSR. Kehadiran bantuan ini tentu sangat membantu dalam memperbaiki tata kelola daerah, termasuk mempercantik Alun-Alun Sidoarjo yang saat ini sudah terlihat lebih hijau dan nyaman,” ujarnya.
Meski demikian, Subandi juga mengingatkan agar seluruh bantuan hibah maupun CSR perusahaan tercatat secara administrasi dan dijalankan sesuai aturan hukum.
Ia menegaskan transparansi dan akuntabilitas penting agar bantuan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
“Kita ingin seluruh bantuan berjalan transparan dan akuntabel. Jangan sampai niat baik justru menimbulkan persoalan di kemudian hari,” tegasnya.
Baca juga: Bupati Subandi Tinjau Pilkades Serentak Sidoarjo, Tekankan Kondusivitas dan Pilkades Damai
Sementara itu, Plt Kepala DLHK Sidoarjo Arif Mulyono mengatakan seluruh kursi taman bantuan CSR tersebut kini telah terpasang dan siap digunakan masyarakat.
Menurut Arif, lonjakan pengunjung Alun-Alun Sidoarjo dalam beberapa bulan terakhir cukup signifikan.
Pada hari biasa, jumlah pengunjung mencapai sekitar 350 orang per hari. Namun saat akhir pekan, jumlahnya melonjak drastis.
“Kalau hari Sabtu jumlah pengunjung bisa mencapai sekitar 3.000 orang dan hari Minggu bisa lebih dari 10.000 pengunjung. Ini menunjukkan bahwa Alun-Alun Sidoarjo menjadi ruang rekreasi masyarakat yang sangat diminati,” jelasnya.(ih/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat