TPA Jabon Terancam Penuh dalam 7 Tahun, Pemkab Sidoarjo Mulai Benahi Ratusan TPS 3R Bermasalah

Reporter : Imam Hambali
Bupati Sidoarjo Subandi tengah rapat tentang pengelolaan sampah di wilayahnya.

 

Sidoarjo, JatimUPdate.id - Ancaman krisis sampah mulai menghantui Kabupaten Sidoarjo. Jika pola pengelolaan sampah tidak segera dibenahi, kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Griyo Mulyo Jabon diproyeksikan hanya mampu menampung sampah hingga tujuh tahun ke depan. 

Baca juga: Janji Tuntaskan Warisan Lumpur Lapindo, Pemkab Sidoarjo Bentuk Satgas Kawal Hak Korban

Kondisi ini mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo melakukan evaluasi besar-besaran terhadap sistem pengelolaan sampah, termasuk memetakan ratusan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) yang selama ini menjadi ujung tombak pengelolaan sampah di tingkat desa.

Langkah tersebut dilakukan di tengah tingginya volume sampah harian yang mencapai 892,26 ton per hari. Ironisnya, lebih dari separuh atau sekitar 534 ton sampah masih berakhir di TPA setiap hari, sementara sebagian lainnya bahkan dibuang sembarangan di berbagai titik.

Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan persoalan sampah tidak bisa lagi hanya dibebankan kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK).

Menurutnya, seluruh elemen pemerintahan hingga masyarakat harus terlibat aktif dalam penanganan sampah.

"Kita berusaha memetakan semua persoalan TPS 3R yang ada di Sidoarjo. Tugas penanganan sampah ini bukan hanya DLHK, tetapi menjadi tugas kita bersama mulai pemerintah daerah, camat, desa, RT hingga masyarakat," kata Subandi saat audiensi bersama tim DLHK di Opsroom Pemkab Sidoarjo, Senin (8/6/2026).

Ia menilai pembenahan harus segera dilakukan agar persoalan sampah tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar di masa mendatang.

"Kalau tidak mulai hari ini, persoalan sampah tidak akan pernah selesai. Semua harus bergerak sesuai tugas masing-masing," tegasnya.

Sebagai bagian dari upaya pembenahan, Pemkab Sidoarjo akan mengoptimalkan sistem dashboard digital untuk memantau kondisi TPS 3R, layanan pengangkutan sampah, hingga tingkat kepatuhan pembayaran retribusi masyarakat.

"Semua harus menggunakan dashboard. Nanti akan terlihat TPS 3R yang sudah berjalan baik, yang masih perlu pembenahan, termasuk wilayah dengan retribusi yang masih rendah," ujarnya.

Baca juga: Sidoarjo Rangkul Komunitas Motor 2-Tak, Janji Sirkuit 20 Hektare pada 2027 untuk Tekan Balap Liar

Data DLHK Sidoarjo menunjukkan tantangan pengelolaan sampah masih cukup besar.

Dari total timbulan sampah harian sebesar 892,26 ton, sebanyak 77,24 persen masih berupa sampah tercampur yang masuk ke TPA.

Selain itu, sekitar 86,58 ton atau 9,70 persen sampah warga masih belum terkelola dengan baik dan berakhir di lokasi pembuangan liar.

Kondisi TPS 3R juga menjadi sorotan. Dari total 210 TPS 3R yang tersebar di Kabupaten Sidoarjo, sebanyak 86 unit tercatat berkinerja rendah, sementara 25 unit lainnya tidak aktif. Padahal fasilitas tersebut menjadi garda terdepan pengolahan sampah rumah tangga yang saat ini melayani sekitar 34,87 persen dari 311.688 kepala keluarga yang telah mendapatkan layanan persampahan.

Untuk memperkuat kapasitas pengelolaan sampah, Pemkab Sidoarjo menyiapkan anggaran Rp4,02 miliar guna mempertahankan kinerja 22 TPS 3R yang dinilai baik.

Baca juga: Tiga Mahasiswa ITICM Bawa Timnya Sabet Juara 2 Kompetisi E-Sport Disporapar Sidoarjo

Selain itu, Rp14,12 miliar akan dialokasikan untuk meningkatkan kapasitas 77 TPS 3R berkinerja sedang melalui pengadaan mesin pemilah sampah, conveyor, insinerator, hingga kendaraan operasional roda tiga.

Di sisi lain, Subandi juga meminta pemerintah desa memperketat pengawasan terhadap praktik pembuangan sampah sembarangan yang masih marak terjadi. Salah satu langkah yang akan ditempuh adalah pemasangan kamera pengawas (CCTV) di titik-titik rawan pembuangan liar serta penerapan sanksi bagi pelanggar.

"Kita harus memberikan efek jera kepada masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan. Setiap desa perlu menyiapkan CCTV di lokasi-lokasi rawan dan mekanisme penindakan akan kita siapkan," katanya.

Pemkab Sidoarjo berharap penguatan TPS 3R, pemanfaatan teknologi digital, serta peningkatan peran masyarakat dapat menjadi solusi jangka panjang untuk menekan volume sampah yang masuk ke TPA sekaligus menghindarkan daerah dari ancaman krisis sampah di masa depan.

"Kita ingin mewujudkan Sidoarjo yang asri. Semua pihak harus terlibat karena persoalan sampah adalah tugas dan tanggung jawab bersama," pungkas Subandi.(ih/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru