Surabaya,JatimUPdate.id - Ketua Pansus Raperda Pengelolaan Air Limbah Domistik, Baktiono menekankan Pemkot melakukan pengelolaan air limbah domestik terpadu dan tersentral setelah Raperda disahkan menjadi Perda.
"Kami percaya potensi banjir tidak ada di Surabaya jika diterapkan," kata Baktiono, Minggu (11/7).
Baca juga: Baktiono Minta Tim Independen Audit Pasar Keputran Selatan, Soroti SLF
Sebab kata Baktiono seluruh air limbah akan dimasukkan dalam satu saluran termasuk black water atau septic tank.
Ia menambahkan limbah itu, akan diolah menjadi gas, pupuk dan grey water agar dimanfaatkan oleh pemerintah untuk kepentingan masyarakat.
Adapun saluran yang tersedia saat ini, kata legislator PDI Pejuangan itu peruntukannya untuk menampung air hujan.
"Dan disalurkan juga ke saluran yang kita bisa olah lagi," tegas Baktiono.
Baca juga: Zuhro Respons Positif SE Kewaspadaan Penularan Campak, Ajak Ortu Vaksinasi Anak ke Puskesmas
Baktiono meyakini saluran tersebut berpotensi tidak dapat menimbulkan genangan, endapan maupun lumpur.
Sehingga dapat meminimalisir berkembang biaknya nyamuk, dan mengurangi wabah penyakit.
"Saluran itu tidak ada genangan, juga bisa mengurangi banyak wabah dan penyakit," terang Baktiono.
Baca juga: Singgung Pasar Turi, Machmud: Harusnya Pemkot Gelisah Bagaimana Pasar Itu Bangkit
Sebagai tindak lanjut pansus akan menyerahkan draft finalisasi penggodokan Raperda ke pimpinan DPRD.
Menurutnya draft Raperda tersebut akan dilimpahkan Minggu depan.
"Agar bisa segera disahkan dalam sidang paripurna,"beber Baktiono. (Roy/mmt)
Editor : Miftahul Rachman