KH Muhammad Yusuf Hasyim Disebut Penuhi Seluruh Kriteria Pahlawan Nasional

Reporter : Redaksi
Ketua Umum PP Pergunu sekaligus Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Prof. Dr. KH Asep Saifuddin Chalim, M

Surabaya, JatimUPdate.id – Dukungan terhadap pengusulan KH Muhammad Yusuf Hasyim sebagai Pahlawan Nasional kembali menguat. Hal itu ditegaskan dalam Seminar Nasional Pengusulan Gelar Pahlawan Nasional KH Muhammad Yusuf Hasyim yang digelar Panitia Seminar Nasional di Aula Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN), Surabaya, Rabu (15/7).

Seminar tersebut sekaligus menjadi ajang bedah buku berjudul "K.H. Muhammad Yusuf Hasyim (1929-2007): Hidup, Pemikiran dan Keperjuangannya" yang memuat rekam jejak perjuangan, pemikiran, serta kontribusi tokoh pesantren Tebuireng tersebut bagi bangsa dan negara.

Baca juga: Perkuat Persaudaraan, Lebih dari 200 Purnawirawan Paraga 83/53 se-Jawa Timur Reuni Akbar di Bondowoso

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama masyarakat memiliki harapan besar agar perjuangan KH Muhammad Yusuf Hasyim segera mendapat pengakuan negara melalui penetapan sebagai Pahlawan Nasional.

Menurutnya, seluruh persyaratan administratif maupun historis telah dipenuhi. Bahkan, pada proses pengusulan sebelumnya, nama KH Muhammad Yusuf Hasyim telah masuk dalam daftar kandidat yang dibahas di tingkat nasional.

"Masyarakat Jawa Timur sangat menginginkan perjuangan KH Muhammad Yusuf Hasyim kali ini mendapatkan gelar Pahlawan Nasional. Dari sisi persyaratan, data sejarah hingga dokumen pendukung sudah sangat lengkap. Tahun lalu beliau sudah masuk dalam daftar 20 besar, sehingga mudah-mudahan tahun ini dapat ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional," ujar Adhy.

Ia menjelaskan seminar tersebut bukan lagi untuk melengkapi berkas usulan, melainkan mengingatkan publik maupun pemerintah menjelang momentum Hari Pahlawan agar jasa-jasa KH Muhammad Yusuf Hasyim tetap menjadi perhatian dalam proses penetapan oleh Presiden.

Sementara itu, Ketua Umum PP Pergunu sekaligus Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Prof. Dr. KH Asep Saifuddin Chalim, MA, menegaskan seminar digelar sebagai upaya memperkuat informasi kepada masyarakat bahwa KH Muhammad Yusuf Hasyim telah memenuhi seluruh syarat sebagai calon Pahlawan Nasional.

Ia menyebut berdasarkan hasil pembahasan sebelumnya, nama KH Muhammad Yusuf Hasyim telah lolos hingga tahap akhir pembahasan Dewan Gelar dan termasuk dalam 20 nama yang diajukan kepada Presiden.

"Beliau sudah memenuhi syarat atau MS. Tinggal menunggu waktu. Tahun lalu sudah masuk dalam 20 nama yang diajukan kepada Presiden. Karena berbagai pertimbangan, yang ditetapkan saat itu hanya 10 orang. Maka kami berharap tahun ini beliau menjadi prioritas," katanya.

KH Asep juga menilai buku yang dibedah dalam seminar menjadi salah satu penguat utama usulan tersebut karena disusun berdasarkan sumber-sumber sejarah yang sangat kredibel.

Menurutnya, buku karya Prof. Usep Abdul Matin itu menggunakan 120 referensi, terdiri atas 76 sumber primer dan puluhan sumber sekunder yang berasal dari arsip nasional, arsip Belanda, perpustakaan, hingga dokumen keluarga KH Muhammad Yusuf Hasyim.

Ia mengajak insan pers di Jawa Timur ikut mengawal proses tersebut melalui pemberitaan yang objektif.

Seluruh publikasi media nantinya akan dihimpun sebagai bagian dari dukungan yang disampaikan kepada Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) maupun Dewan Gelar.

Baca juga: Kepengurusan Baru MUI Jatim Dikukuhkan, Siap Jawab Tantangan Era Digital dan Kesehatan Mental

"Kami berharap teman-teman media ikut mem-blow up perjuangan beliau. Kompilasi pemberitaan ini akan kami sampaikan kepada Ketua TP2GP, Dewan Gelar, dan pihak-pihak terkait sebagai bentuk dukungan masyarakat Jawa Timur," ujarnya.

Penulis buku sekaligus Guru Besar Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang juga Ketua Tim TP2GP RI, Prof. Usep Abdul Matin, menyampaikan hasil kajian akademik menunjukkan KH Muhammad Yusuf Hasyim telah memenuhi bahkan melampaui berbagai indikator yang dipersyaratkan untuk memperoleh gelar Pahlawan Nasional.

Ia menjelaskan rekam jejak perjuangan KH Muhammad Yusuf Hasyim tidak hanya terlihat dalam perjuangan fisik melawan penjajah, tetapi juga melalui gagasan, pemikiran, pengembangan pesantren, serta pengabdian panjang terhadap bangsa.

"Kalau melihat data-data historis, beliau sudah memenuhi kriteria bahkan melebihi. Beliau berjuang melawan penjajah, menghasilkan pemikiran, membangun pesantren, dan sepanjang hidupnya mengabdikan diri kepada perjuangan bangsa," kata Prof. Usep.

Ia menambahkan, dari sisi mekanisme penilaian, nama KH Muhammad Yusuf Hasyim telah lolos dalam pembahasan TP2GP maupun Dewan Gelar dan Tanda Kehormatan. Karena itu, ia berharap tahun ini Dewan Gelar kembali mengusulkan nama tersebut kepada Presiden untuk memperoleh penetapan melalui hak prerogatif Presiden.

Pandangan serupa disampaikan Anggota Dewan Gelar RI sekaligus Direktur Sejarah dan Permuseuman Kementerian Kebudayaan RI, Prof. Agus Mulyana.

Baca juga: Kemendikdasmen Siapkan Kepala Sekolah sebagai Agen Perubahan

Ia menjelaskan pemberkasan calon Pahlawan Nasional umumnya terdiri atas autobiografi, biografi, maupun naskah akademik. Namun, dokumen pengusulan KH Muhammad Yusuf Hasyim dinilai memiliki keunggulan karena berbasis pada sumber primer yang sangat kuat.

Menurut Prof. Agus, terdapat 120 referensi yang digunakan dalam penyusunan naskah akademik tersebut, meliputi 76 sumber primer dari arsip Belanda, Arsip Nasional Republik Indonesia, Perpustakaan Nasional, Perpustakaan Pesantren Tebuireng, hingga dokumen keluarga KH Muhammad Yusuf Hasyim, serta didukung 36 sumber sekunder.

"Sumber primer menjadi sangat penting agar narasi perjuangan benar-benar mendekati fakta sejarah. Semakin banyak sumber primer, semakin valid dan dapat dipercaya," ujarnya.

Dari hasil penelitian tersebut, lanjut Prof. Agus, seluruh perjalanan hidup KH Muhammad Yusuf Hasyim menunjukkan konsistensi perjuangan tanpa henti dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ia menyebut salah satu kontribusi terbesar KH Muhammad Yusuf Hasyim adalah perjuangannya mempertahankan NKRI dari pengaruh komunisme internasional sejak era 1940-an hingga menjelang wafatnya pada awal 2000-an.

"Berdasarkan seluruh sumber primer maupun dokumen pemerintah yang kami teliti, tidak ada catatan yang melemahkan perjuangan beliau. Justru semua tuduhan yang pernah muncul dapat dibantahkan melalui bukti-bukti sejarah. Karena itu, beliau sangat memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional," tegasnya. (DPR)

Editor : Redaksi

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru