Jakarta, JatimUPdate.id – Ketua Dewan Pengurus Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES), Abdul Hamid, menilai kehadiran Akademi Partai Golkar menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali pilar akademik yang selama ini menjadi salah satu fondasi utama berdirinya Partai Golkar.
Hal itu disampaikan Abdul Hamid saat LP3ES melakukan kunjungan ke Akademi Partai Golkar di Sekretariat DPP Partai Golkar, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Menurutnya, sejak awal Golkar dibangun di atas tiga pilar utama, yakni pilar politik, pilar ekonomi yang digerakkan kalangan pengusaha, dan pilar akademik yang menopang arah pembangunan nasional melalui ilmu pengetahuan.
"Golkar sejak awal berdiri dibangun di atas tiga pilar, yaitu politik, pengusaha, dan akademik. Yang selama ini justru banyak terlupakan adalah pilar akademiknya. Karena itu, saya melihat berdirinya Akademi Partai Golkar merupakan langkah yang sangat tepat untuk menghidupkan kembali fondasi tersebut," ujar Abdul Hamid.
Ia menjelaskan, pilar akademik memiliki peran strategis karena menjadi ruang lahirnya gagasan, riset, dan konsep pembangunan yang menjadi dasar pengambilan kebijakan. Menurutnya, pembangunan bangsa tidak dapat bertumpu hanya pada kekuatan politik dan ekonomi tanpa didukung oleh basis keilmuan yang kuat.
"Ekonomi dan politik saja tidak cukup. Pembangunan harus memiliki fondasi akademik agar setiap kebijakan lahir dari proses pemikiran yang matang dan berbasis ilmu pengetahuan. Tanpa itu, pembangunan akan kehilangan arah," katanya.
Abdul Hamid mengungkapkan, LP3ES sendiri memiliki kedekatan historis dengan lahirnya pemikiran pembangunan pada masa awal Orde Baru. Lembaga tersebut didirikan oleh sejumlah ekonom nasional seperti Sumitro Djojohadikusumo dan Emil Salim yang juga berperan besar dalam merancang arah pembangunan Indonesia.
Menurutnya, kesamaan akar sejarah tersebut menjadi alasan LP3ES menyambut baik keberadaan Akademi Partai Golkar sebagai wadah pengembangan pemikiran strategis.
"Kami merasa memiliki kedekatan sejarah karena sama-sama lahir dari semangat membangun Indonesia melalui ilmu pengetahuan. Karena itu, kami ingin menjalin kolaborasi agar tradisi intelektual tersebut terus berkembang," tuturnya.
Ia berharap Akademi Partai Golkar tidak hanya menjadi pusat pendidikan kader, tetapi juga berkembang menjadi pusat kajian kebijakan publik yang mampu melahirkan berbagai gagasan strategis bagi pembangunan nasional.
"Akademi Partai Golkar harus menjadi ruang lahirnya ide-ide besar untuk Indonesia. Dengan begitu, tiga pilar yang menjadi kekuatan Golkar sejak awal dapat kembali berjalan seimbang dan saling menguatkan," pungkasnya (*)
Editor : Redaksi