Ruwatan & Tirakatan RPS Akan Digelar Untuk Mendoakan Sidoarjo beserta Orang Yang Tinggal didalamnya

Reporter : Imam Hambali
Sujani, tokoh budayawan Sidoarjo

 

Sidoarjo, JatimUPdate.id – Rencana acara “Ruwatan dan Tirakatan Persembahan RPS untuk Sidoarjo dan Indonesia” pada 20 Agustus 2026 di area halaman kantor Disporaparbud Sidoarjo dipastikan akan berlangsung. Acara ini diprakarsai oleh Sujani, tokoh budaya Sidoarjo yang akrab dijuluki “Bupati Swasta” – singkatan dari Berjuang untuk Pastikan Hati dan Suara Warga Sidoarjo Tercinta.

Baca juga: Digitalisasi Retribusi Pasar Sidoarjo Digenjot, 12 Pasar Sudah Gunakan MyRetribusi

Julukan itu disematkan oleh warga karena kiprah Sujani yang konsisten hadir di tengah masyarakat, menginisiasi berbagai kegiatan sosial, budaya, dan kebangsaan tanpa harus menunggu instruksi pemerintah.

Acara ini, menurut panitia, murni persembahan budaya dan spiritual. Ruwatan dipahami sebagai simbol penyucian diri dan tirakatan sebagai doa bersama lintas iman.

“Ruwatan dan tirakatan ini bukan untuk kepentingan politik, melainkan bentuk syukur masyarakat atas 81 tahun kemerdekaan. Kami ingin menghadirkan ruang kebersamaan agar warga bisa berdoa, berkesenian, dan merenung bersama demi Sidoarjo dan Indonesia,” tegas Sujani, yang pernah mendapatkan Penghargaan sebagai Tokoh Peduli Budaya Sidoarjo, Senin (17/08/26)

Baca juga: Tiga Penjual Miras Ilegal di Sidoarjo Divonis Bersalah, Hakim Jatuhkan Denda hingga Rp1 Juta

Selain itu, acara yang dikemas dalam Malam Ruwatan dan Tirakatan Untuk Sidoarjo tersebut bertujuan untuk mendoakan kabupaten Sidoarjo beserta orang-orang yang tinggal didalamnya tetap menjadi baik, aman, dan kondusif ditengah kondisi bangsa yang sedang carut marut tanpa arah yang jelas.

Ruwatan dan tirakatan ini akan melibatkan budayawan, tokoh agama, seniman, tokoh parpol, tokoh ormas, tokoh LSM, tokoh masyarakat, pejabat, tokoh etnis, suku dan masyarakat umum. Harapannya bisa menjadi tradisi tahunan Sidoarjo, di mana rakyat bebas berekspresi, bersyukur, sekaligus merawat budaya leluhur.

“Kami ingin masyarakat Sidoarjo tidak tercerabut dari akarnya. Kita perlu ruang bersama di luar seremonial formal, agar ada harmoni dan doa kolektif. Itulah semangat kami: menyemai kebersamaan,” tambah Sujani.

Baca juga: Tiga Toko Miras Ditutup Saat Sidak, Pemkab Sidoarjo Disorot Soal Pengawasan

Sebagai “Bupati Swasta”, Sujani menegaskan bahwa dirinya hanya berperan sebagai jembatan suara rakyat.

“Saya tidak mencari jabatan, saya hanya ingin memastikan suara hati warga Sidoarjo terdengar. Acara ini adalah milik rakyat, bukan milik pribadi atau kelompok,” ujarnya menutup. (ih/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru