Muswil VI KAHMI Jatim Digelar di Mojokerto, 7 Presidium Terpilih Periode 2026-2031
Mojokerto, JatimUPdate.id - Musyawarah Wilayah (Muswil) VI Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Jawa Timur resmi melahirkan kepemimpinan baru untuk periode 2026-2031.
Muswil yang digelar di Hotel Grand Whiz Trawas, Mojokerto, Minggu (27/9/2026), diikuti 36 Majelis Daerah (MD) KAHMI se-Jawa Timur.
Dalam forum tersebut, para peserta menggunakan hak suara untuk memilih tujuh anggota Presidium MW KAHMI Jatim melalui mekanisme pemungutan suara.
Berdasarkan hasil rekapitulasi suara, Lutfi J. Kurniawan memperoleh suara terbanyak dengan 30 suara. Posisi kedua ditempati Aan Eko Widiarto dengan 29 suara.
Sementara itu, Ahmad Riyadh dan Nur Muhyidin sama-sama memperoleh 28 suara. Keduanya menempati posisi ketiga dan keempat.
Posisi kelima ditempati Agus Machfud Fauzi dengan 27 suara. Selanjutnya, Robbah Fatawi memperoleh 24 suara dan Nyadin mengunci posisi ketujuh dengan 21 suara.
Dengan hasil tersebut, tujuh nama itu ditetapkan sebagai Presidium MW KAHMI Jawa Timur periode 2026-2031.
Berikut perolehan suara lengkap pemilihan Presidium MW KAHMI Jatim:
1. Lutfi J. Kurniawan – 30 suara
2. Aan Eko Widiarto – 29 suara
3. Ahmad Riyadh – 28 suara
4. Nur Muhyidin – 28 suara
5. Agus Machfud Fauzi – 27 suara
6. Robbah Fatawi – 24 suara
7. Nyadin – 21 suara
Sementara enam kandidat lainnya memperoleh suara di bawah tujuh besar, yakni Samwil dengan 20 suara, dr Agung M 19 suara, Chusnu Romdhoni 14 suara, Moh Ma'ruf Syah 8 suara, serta M Arbayanto dan Ahmad Sanusi masing-masing 2 suara.
Mekanisme Zonasi
Sekretaris Umum Majelis Nasional (MN) KAHMI, Syamsul Qomar, menjelaskan mekanisme zonasi yang diterapkan dalam Muswil VI tidak mengubah proses pemilihan Presidium.
Menurut dia, pembagian tujuh zona dari 36 MD KAHMI kabupaten/kota di Jawa Timur hanya digunakan dalam tahap penjaringan bakal calon Presidium. Adapun pemilihan akhir tetap dilakukan melalui mekanisme voting dalam Muswil.
"Tidak ada yang melanggar dengan hasil inovasi baru zonasi yang dilaksanakan dalam Muswil KAHMI Jatim. Karena pembagian zona sifatnya hanya sebatas penjaringan bakal calon (balon) Presidium. Sedangkan proses pemilihan dilaksanakan dalam Muswil kali ini," ujar Syamsul, mantan Ketua Umum HMI Cabang Jember 1994-1995, saat memimpin persidangan pleno.
Proses pemungutan hingga penghitungan suara berlangsung dalam suasana demokratis dan kekeluargaan. Meski demikian, dinamika sempat mengemuka karena Muswil kali ini menggunakan mekanisme penjaringan baru berbasis zonasi.
Tujuh presidium terpilih selanjutnya diharapkan dapat memperkuat konsolidasi organisasi MW KAHMI Jawa Timur sekaligus membawa organisasi menjadi lebih progresif.
Selain itu, kepemimpinan baru tersebut diharapkan mampu meningkatkan kontribusi strategis KAHMI dalam berbagai bidang pembangunan di Jawa Timur.
Sementara itu, Noer Kholis, MD Kahmi Mojokerto yang bertindak sebagai panitia lokal menyatakan puji syukurnya atas terselenggaranya forum Muswil MW Kahmi Jawa Timur yang digelar di tlatah bumi Mojopahit, Kabupaten Mojokerto tersebut.
"Maturnuwun untuk para pihak yang telah membantu dan berpartisipasi akan terselenggaranya Muswil MW Kahmi Jatim, mohon maaf bila ada kekurangan. Atas nama panitia lokal menyampaikan terima kasih dan selamat jalan kembali ke daerah masing-masing. Selamat juga untuk presidium MW Kahmi Jatim terpilih serta Presidium Forhati MW Kahmi Jatim yang baru," kata Noer Kholis yang juga pimpinan eksekutif Media Radar Jombang-Mojokerto yang alumni Fisip Universitas Jember itu kepada JatimUPdate.id pada Minggu pagi (27/09/2026). (ih/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat