Kabupaten Malang, JatimUPdate.id — Kemarau panjang yang mengikis ketersediaan air tanah di kawasan selatan Jawa Timur kian menekan kehidupan warga.
Menanggapi situasi krisis tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyalurkan sedikitnya 363.800 liter air bersih untuk membantu 10.364 warga yang terdampak bencana kekeringan di Kabupaten Malang sepanjang periode 8 hingga 23 Agustus 2026.
Baca juga: Dukungan Mewujudkan Koridor Selatan 2045 Terus Bertambah
Langkah darurat ini diambil menyusul menyusutnya debit air di sejumlah sumur resapan dan mata air warga akibat curah hujan yang minim dalam beberapa bulan terakhir.
Tanpa pasokan alternatif, ribuan keluarga di wilayah perbukitan kapur dan dataran kering mengalami kendala serius dalam memenuhi kebutuhan domestik harian mereka.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menegaskan bahwa armada bantuan logistik air akan terus beroperasi secara adaptif mengikuti dinamika kebutuhan di lapangan.
"Penurunan intensitas hujan membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih harian. Distribusi ini merupakan upaya tanggap cepat kami bersama pemerintah daerah," ujar Berton dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (26/8/2026).
Upaya pemenuhan air bersih dilakukan secara lintas instansi melalui kolaborasi antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Palang Merah Indonesia (PMI), dan jejaring relawan lokal. Pada operasi lanjutan di akhir pekan, Minggu (23/8/2026), tim gabungan kembali menggelontorkan 20.000 liter air bersih menggunakan armada truk tangki langsung ke tandon-tandon penampungan komunal.
Distribusi difokuskan pada desa-desa yang masuk dalam peta kerentanan air paling kritis, antara lain:
1. Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe): Mencakup permukiman warga di Desa Sumberagung dan Desa Sitiarjo.
Baca juga: Khofifah Tegaskan Budaya Harus Lestari, Seniman Berdaya, Generasi Muda Bangga
2. Kecamatan Gedangan: Menjangkau wilayah kering di Desa Tumpakrejo.
3. Kecamatan Sumberpucung: Menyasar kawasan permukiman di sekitar Desa Karangkates.
Di wilayah-wilayah tersebut, topografi perbukitan dan kondisi batuan karst kerap menjadi tantangan geografis tersendiri, membuat sumur-sumur konvensional milik warga cepat mengering saat musim kemarau mencapai puncaknya.
BNPB memastikan bahwa volume distribusi air dapat ditingkatkan sewaktu-waktu apabila periode kemarau berlangsung lebih panjang dari perkiraan iklim musiman. Pemerintah daerah dan tim reaksi cepat diinstruksikan untuk terus memantau fluktuasi debit sumber air lokal.
Baca juga: TAPM dan TPP Kabupaten Malang Gelar Rakor, Perkuat Sinergi Pendampingan Desa
"Untuk menjaga terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat, BPBD Kabupaten Malang bersama PMI dan unsur terkait terus menyalurkan bantuan air secara berkala," imbuh Berton.
Sistem distribusi berbasis titik kumpul dan koordinasi rukun warga diterapkan agar penyaluran berlangsung merata, tertib, serta menjangkau kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak yang paling merasakan dampak krisis sanitasi.
Bencana kekeringan yang berulang di wilayah selatan Kabupaten Malang menegaskan pentingnya penguatan mitigasi struktural di samping langkah tanggap darurat (relief).
Pasokan ratusan ribu liter air bersih melalui truk tangki menjadi penyelamat sementara, namun urgensi konservasi daerah tangkapan air, pembangunan pipanisasi terpadu, dan pengelolaan embung komunal tetap menjadi kunci utama dalam memutus rantai kerentanan tahunan warga terhadap krisis air. (dek/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat