Tas dan Dompet Kulit Asal Sidoarjo Tembus Paris Fashion Week Oktober 2026
Sidoarjo, JatimUPdate.id - Produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Sidoarjo, kembali menunjukkan kualitasnya di pasar global.
Tas dan dompet kulit produksi Acapcop dijadwalkan tampil dalam ajang Fashion Week di Paris, Prancis, pada Oktober 2026 mendatang.
Rencana tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Sidoarjo H. Subandi.
Ia menilai keberhasilan Acapcop membawa produk kerajinan kulit lokal ke ajang internasional menjadi kebanggaan sekaligus peluang untuk memperkenalkan potensi UMKM Sidoarjo ke pasar mancanegara.
"Pemerintah akan senantiasa mendukung UMKM di Kabupaten Sidoarjo agar dapat meningkatkan kualitas dan daya saing, bahkan hingga dikenal secara internasional," ujar Subandi saat menerima audiensi pemilik Acapcop, Efied Dwi Meyastutie, bersama suaminya di ruang transit Pendopo Delta Wibawa, Rabu (26/8/2026).
Menurut Subandi, produk tas dan dompet Acapcop memiliki kualitas yang baik.
Penggunaan kulit berkualitas serta desain yang menarik dinilai menjadi modal penting untuk bersaing di pasar internasional.
"Mengingat kualitas kerajinan tas dan dompet ini sangat baik. Dengan desain yang menarik serta penggunaan kulit yang berkualitas, produk-produk ini sangat potensial untuk dipasarkan ke mancanegara," katanya.
Subandi menegaskan Pemkab Sidoarjo berkomitmen memberikan dukungan kepada pelaku UMKM agar produk lokal tidak hanya berkembang di dalam negeri, tetapi juga mampu menembus pasar global.
Salah satu bentuk dukungan tersebut dilakukan melalui aplikasi khusus yang disiapkan pemerintah daerah untuk membantu UMKM memperkenalkan sekaligus memasarkan produknya.
Dengan platform tersebut, para pelaku UMKM diharapkan dapat lebih mudah mempromosikan hasil karya mereka sehingga produk-produk unggulan Sidoarjo semakin dikenal masyarakat luas.
"Acapcop direncanakan akan berpartisipasi dalam pameran Fashion Week di Paris pada bulan Oktober mendatang. Sebuah kebanggaan tersendiri bagi produk Sidoarjo yang mampu menembus pasar internasional," tutur Subandi.
Ia berharap Acapcop dapat berkembang menjadi salah satu UMKM unggulan Kabupaten Sidoarjo dan mampu menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lainnya untuk meningkatkan kualitas produk.
Subandi juga mengajak masyarakat ikut mendukung perkembangan UMKM lokal dengan menggunakan produk-produk buatan Sidoarjo.
"Mari bersama-sama memproduksi tas khas Sidoarjo, dengan fokus pada kualitas tas dan dompet yang unggul dan istimewa," katanya.
Pemilik Acapcop, Efied Dwi Meyastutie, mengatakan keikutsertaan dalam ajang Fashion Week di Paris menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan produk kerajinan kulit asli Sidoarjo ke pasar internasional.
Dalam audiensi tersebut, Efied memperkenalkan sejumlah produk tas dan dompet berbahan kulit asli yang diproduksi oleh perajin lokal Sidoarjo.
"Kami memohon dukungan dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo atas kesempatan partisipasi kami dalam acara tersebut, di mana kami bermaksud untuk memperkenalkan dan memasarkan produk kerajinan tas kulit asli Sidoarjo kami," ujar Efied.
Menurut dia, kesempatan tampil di ajang internasional tersebut diharapkan dapat mendorong para perajin kulit lokal untuk terus menghasilkan produk berkualitas.
Efied optimistis produk lokal yang dikelola secara serius dan didukung sumber daya yang kompeten mampu menghasilkan karya dengan kualitas yang tidak kalah dari merek internasional.
"Sebagai perajin merek tas kulit lokal, kami tidak hanya mengangkat kearifan lokal, tetapi juga siap melangkah lebih jauh menuju pasar internasional, seperti ajang Paris Fashion Week yang akan kami ikuti pada Oktober mendatang," ucapnya.
Selain mempersiapkan diri untuk tampil di Paris, Acapcop juga terus memperkuat eksistensinya di pasar lokal. Perusahaan tersebut telah meresmikan gerai workshop di Prospero Apartment Lantai 1, Sidoarjo.(ih/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat