IKABHUWANA Himpun Donasi Rp10,78 juta Untuk Bantu Warga Terdampak Gempa NTT

Reporter : Deki Umamun Rois
Bantuan telah diterima warga terdampak gempa NTT.

Malang, JatimUPdate.id - Ikatan Alumni Universitas Tribhuwana Tunggadewi (IKABHUWANA) menghimpun donasi sebesar Rp10.780.000 untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dana tersebut berasal dari kontribusi para donatur dengan nominal yang beragam, termasuk dukungan dari Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang.

Baca juga: Prabowo Panggil Panglima TNI dan Sejumlah Menteri ke Hambalang, Bahas Rekrutmen Prajurit Dayak hingga Karhutla

Distruibusi langsung ke lokasi dilakukan oleh beberapa alumni yang berada di Kabupaten Manggarai, pada Minggu, (23/08/2026).

Penggalangan dana melibatkan pengurus IKABHUWANA, alumni UNITRI yang tersebar di sejumlah pulau dan provinsi, serta Universitas Tribhuwana Tunggadewi sebagai lembaga pendidikan yang menaungi IKABHUWANA.

Sejumlah dosen dan pimpinan UNITRI Malang juga turut memberikan dukungan dalam kegiatan tersebut.

Koordinator Gerakan Sosial IKABHUWANA Peduli Bencana Gempa NTT, Rizki Alfian S. SArl., M.Si, mengatakan seluruh dana yang terkumpul dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana.

“Dana tersebut kita alokasikan dan belanjakan dalam bentuk logistik kebutuhan pokok para korban yang terdampak, termasuk kebutuhan bayi. Seluruh hasil donasi kita belanjakan, termasuk untuk mengakomodasi kebutuhan transportasi dan akomodasi relawan menuju lokasi terdampak bencana,” ujar Rizki.

Menurutnya, penggalangan dana dilakukan dalam waktu yang relatif singkat, yakni sekitar satu minggu.

Penggalangan ditutup pada 20 Agustus 2026 dan bantuan kemudian didistribusikan kepada masyarakat terdampak.

Kabupaten Manggarai dipilih sebagai salah satu lokasi penyaluran karena berdasarkan data yang diperoleh IKABHUWANA, wilayah tersebut termasuk daerah yang terdampak cukup parah akibat gempa di NTT.

Selain itu, terdapat alumni Fakultas Ilmu Kesehatan UNITRI yang saat ini bertugas sebagai anggota kepolisian dan berada di wilayah Reo.

Dalam proses distribusi, IKABHUWANA melibatkan sejumlah simpul alumni yang berada di daerah.

Bantuan kemudian diserahterimakan kepada Polsek Reo untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat di sejumlah wilayah terdampak.

Selain disalurkan di sekitar wilayah Polsek Reo, sebagian bantuan juga dibawa hingga ke Dusun Ojang, Reok Barat.

Baca juga: BPBD Jatim Terima dan Fasilitasi Pemberangkatan Bantuan 8,7 Ton Telur dari Paguyuban Peternak Blitar ke NTT

Wilayah tersebut dipilih karena berdasarkan informasi relawan, masyarakat setempat belum mendapatkan bantuan.

Relawan alumni IKABHUWANA, Falenarius Irena, S.T, Alumni UNITRI, mengatakan tim penyalur IKABHUWANA bersama kru komunitas Momanglino menjadi salah satu tim yang pertama menyalurkan bantuan ke wilayah Ojang.

“Beberapa paket kami salurkan kepada warga di sekitar Polsek Reo. Kami juga menyalurkan bantuan ke Dusun Ojang, Reok Barat, karena lokasi tersebut belum tersentuh bantuan. Tim penyalur IKABHUWANA dan komunitas Momanglino menjadi tim pertama yang menyalurkan bantuan ke wilayah Ojang,” ucapnya.

Proses distribusi bantuan, mulai dari penurunan logistik hingga penyaluran kepada warga, dilakukan dalam satu hari, yakni Minggu, (23/08/2026).

Dalam pelaksanaannya, relawan menghadapi kendala berupa jarak menuju Dusun Ojang yang cukup jauh dari Reo.

Perjalanan dari Reo menuju Ojang membutuhkan waktu sekitar satu jam. Kondisi tersebut sempat menjadi kendala karena kesepakatan awal dengan pengemudi hanya mencakup pengantaran bantuan hingga Reo.

Namun, setelah dilakukan pembicaraan, pengemudi akhirnya bersedia melanjutkan perjalanan hingga Ojang.

Baca juga: Ketua Ansor Jatim: Ruh Organisasi Bukan Bisnis, Jangan Jadi Budak karena Bantuan

Falenarius berharap bantuan yang disalurkan dapat memberikan kekuatan dan semangat bagi masyarakat terdampak untuk menghadapi situasi pascabencana.

“Harapannya, bantuan dari IKABHUWANA ini memberi mereka kekuatan dan semangat untuk melalui badai ini. Kepedulian bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang hadir untuk menguatkan dan mengingatkan bahwa mereka tidak sendiri. Untuk IKABHUWANA, jangan pernah berhenti berbagi hal baik,” harapnya.

Rizki menyebut kegiatan tersebut menjadi salah satu program kerja perdana IKABHUWANA setelah terbentuknya formateur dan mide-formateur pada awal Agustus 2026.

Menurutnya, keberhasilan kegiatan tersebut tidak terlepas dari partisipasi para alumni UNITRI di Malang maupun di berbagai daerah.

“Alhamdulillah, kami mendapat partisipasi dari ikatan alumni, baik yang ada di daerah maupun di Malang. Semuanya ikut berpartisipasi dan mendukung. Dengan dukungan tersebut, program penggalangan dana ini bisa terealisasi dengan baik dan disalurkan kepada korban terdampak di NTT,” ungkap Rizki.

IKABHUWANA menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh donatur, alumni, civitas akademika UNITRI, serta pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam penggalangan dan penyaluran bantuan.

Mereka juga berharap semangat kepedulian, solidaritas, dan gotong royong dapat terus tumbuh sehingga bantuan yang diberikan tidak hanya menjadi bentuk dukungan material, tetapi juga memberikan semangat kepada masyarakat dalam menghadapi dampak bencana. (dek/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru