Ketua Ansor Jatim: Ruh Organisasi Bukan Bisnis, Jangan Jadi Budak karena Bantuan
Surabaya,JatimUPdate.id - Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur Musaffa Safril mengingatkan kader agar tidak kehilangan harga diri hanya karena dukungan materi. Menurut dia, organisasi tidak dibangun untuk mengejar kepentingan bisnis atau ekonomi.
Pernyataan Musaffa itu viral di media sosial. Jatimupdate.id mendapat izin dari Musaffa untuk mengutip pernyataannya dalam video yang diunggah melalui akun media sosial pribadinya.
“Ruh dari organisasi ini bukan ruh bisnis, bukan ruh ekonomi,” kata Musaffa, dalam video yang dilihat Jatimupdate, Jum'at (28/8).
Musaffa mengatakan pengurus organisasi kerap dihadapkan pada kekhawatiran ketika harus bersikap terhadap pemerintah.
Ia mencontohkan adanya anggapan sikap kritis dapat berpengaruh terhadap dukungan yang diterima organisasi.
“Saya sering ditakut-takuti, ketua kalau nanti salah kata, salah omong, salah sikap sama pemerintah, misalnya. Apa sampeyan enggak takut nanti puasa satu periode?” tambahnya.
Dari sudut pandang Musaffa, ketergantungan pada bantuan justru dapat membuat organisasi kehilangan kebebasan.
Kegiatan rutin organisasi, kata dia, tidak semestinya dibayar dengan mengorbankan sikap dan martabat.
“Jadi kalau sekedar beraktivitas, berorganisasi, melaksanakan kegiatan-kegiatan rutinitas menghidupi organisasi, saya rasa tidak perlu kita jadi budak,” katanya.
Musaffa menilai nilai bantuan yang diterima tidak sebanding dengan harga diri yang harus dipertaruhkan jika bantuan tersebut kelak menjadi alat untuk menagih kepatuhan.
“Tidak perlu kita mengorbankan harga diri karena nominal yang sebetulnya tidak seberapa itu, tapi akan diungkit selama satu periode, bahkan sampai kita mati,” tegas dia.
Pernyataan tersebut menempatkan independensi organisasi sebagai persoalan utama. Bagi Musaffa, menjalankan organisasi bukan hanya soal memastikan kegiatan tetap berjalan, tetapi juga menjaga agar keputusan dan sikap organisasi tidak ditentukan oleh kepentingan materi. (Roy/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat