Sidoarjo, JatimUPdtate.id - Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah cepat setelah ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, diduga mengalami keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin, yang memasok makanan untuk para santri tersebut kini di-suspend sementara.
Baca juga: Korban Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo Tembus 566 Orang, 88 Masih Dirawat di Rumah Sakit
Wakil Koordinator BGN Regional Jawa Timur, Teguh Bayu Wibowo, mengatakan pihaknya langsung mendatangi SPPG Kalitengah setelah menerima laporan mengenai kejadian tersebut.
"Kami juga tadi sudah mendapatkan informasi langsung dan kami bergerak ke SPPG. Untuk saat ini, SPPG kita berhenti operasional," kata Teguh, Selasa (1/9/2026).
Teguh menjelaskan, SPPG Kalitengah setiap harinya memasok sekitar 2.800 porsi makanan untuk sekolah dan pesantren. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.000 porsi di antaranya dikirim ke Ponpes Manbaul Hikam.
"Untuk hari ini 2.800. Sekolah dan pesantren. Di pesantren itu ada sekitar 1.000-an, sisanya di luar pesantren, di sekolah," ujarnya.
Sampel Makanan Diuji Laboratorium
Untuk memastikan penyebab kejadian, sampel makanan telah diambil oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo bersama kepolisian.
Sampel tersebut selanjutnya akan menjalani pemeriksaan laboratorium. Hasil pemeriksaan diharapkan dapat mengungkap apakah makanan yang dikonsumsi para santri berkaitan dengan kejadian keracunan.
Baca juga: Ratusan Santri Ponpes Mambaul Hikam Sidoarjo Masih Dirawat, Total 393 Korban
"Selanjutnya, hasil lab dan lain-lain kita tunggu untuk satu minggu ke depan ya, untuk uji hasil lab," kata Teguh.
Sembari menunggu hasil pemeriksaan, BGN pusat telah menerbitkan surat penghentian sementara operasional SPPG Kalitengah.
"Untuk sementara ini karena memang sementara di-suspend, dari BGN sudah surat turun di-suspend sementara," ujarnya.
Bisa Permanen Jika Evaluasi Menemukan Pelanggaran
Teguh menegaskan, penghentian operasional tersebut belum berarti SPPG Kalitengah dipastikan melakukan pelanggaran atau menjadi penyebab keracunan.
Baca juga: Ratusan Santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo Diduga Keracunan Usai Santap MBG
Keputusan mengenai nasib dapur MBG tersebut akan ditentukan setelah proses evaluasi dan pemeriksaan laboratorium selesai.
"Sampai hasil evaluasi ya, evaluasi dan hasil lab keluar. Jadi sementara kami sedang laporan ke pusat, pusat akan menimbang apakah disuspennya suspend sementara atau suspend permanen," pungkasnya.
Kasus ini menjadi perhatian serius karena dapur SPPG Kalitengah memiliki cakupan distribusi cukup besar, yakni sekitar 2.800 porsi makanan setiap hari.
Karena itu, hasil investigasi dan uji laboratorium menjadi penting untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk memastikan keamanan distribusi MBG kepada ribuan penerima manfaat lainnya.(ih/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat