Saiful Bahri Soroti RPH Tambak Osowilangun yang Belum Berjalan Optimal
Surabaya,JatimUPdate.id - Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Saiful Bahri, menyoroti kondisi Rumah Potong Hewan (RPH) Tambak Osowilangun setelah pemindahan aktivitas pemotongan dari RPH Pegirian. Menurut dia, kegiatan di RPH tersebut tetap berjalan, tetapi belum optimal.
“RPH itu sudah berjalan walaupun jalannya itu bertahap, karena apa? Karena sekarang itu harga sapi itu juga mahal. Bahkan sampai sekarang itu kalau harganya (daging) sudah sampai Rp200 mungkin gitu,” kata Saiful, Rabu (2/9).
Kondisi itu turut mempengaruhi usaha para jagal. Harga sapi yang tinggi membuat sebagian pengusaha pemotongan kesulitan menjalankan usaha, utamanya yang berkaitan dengan daging sapi.
“Ya, sehingga pengusaha pemotong itu ya banyak yang tidak bisa melaksanakan kegiatannya, terutama terkait masalah usaha daging sapi itu sendiri,” papar dia.
Saiful menyebut jarak RPH Tambak Osowilangun dengan kawasan pemasaran menjadi salah satu kendala. Distribusi sapi yang menurun di sejumlah daerah juga ikut mempengaruhi pasokan dan harga.
“Ya faktor nomor satu itu ya jarak tempuhnya terlalu jauh. Yang kedua itu ya distribusinya sapi itu agak menurun, sapi itu di berbagai daerah itu turun, naik semua gitu,” katanya.
Menurut dia, mahalnya harga sapi berimbas pada permintaan daging. “Terlalu mahal sapinya, sehingga peminat untuk membeli daging itu mengurangi begitu,” ujar Saiful.
Selain persoalan harga dan jarak, Saiful menilai pelayanan serta fasilitas di RPH Tambak Osowilangun belum sesuai dengan yang dijanjikan Pemerintah Kota Surabaya. Sejumlah pekerjaan perbaikan, kata dia, juga belum rampung.
“Ya dari segi pelayanan, apa yang sudah dijanjikan itu sampai sekarang itu masih belum memuaskan gitu. Pekerjaannya yang rencana mau diperbaiki sampai sekarang masih belum selesai, itu juga menjadi kendala,” katanya.
Saiful meminta pemerintah kota segera merealisasikan hasil pembahasan dengan Komisi B DPRD Surabaya. Perbaikan fasilitas dianggap penting agar pengusaha jagal dapat kembali menjalankan aktivitasnya secara maksimal.
“Ya saya berharap kepada pemerintah kota, apa yang sudah dijanjikan di hearing di Komisi B itu segera untuk dilaksanakan. Sehingga masyarakat, utamanya pengusaha jagal itu ya bekerja dengan maksimal begitu untuk membantu pendapatan daerah Surabaya,” kata Saiful.
Ia mengatakan fasilitas RPH saat ini masih membutuhkan perbaikan. Pekerjaan yang dilakukan pemerintah kota belum seluruhnya selesai.
“Ya fasilitas itu masih belum terpenuhi. Artinya perbaikan-perbaikan itu masih belum maksimal begitu, artinya dikerjakan itu masih belum selesai begitu,” katanya.
Persoalan lain yang disoroti transportasi pengangkutan daging dari RPH Tambak Osowilangun menuju Pasar Pegirian. Menurut Saiful, layanan transportasi yang sebelumnya diharapkan membantu pengusaha jagal belum berjalan.
“Ya transport itu kayaknya itu masih belum berjalan begitu. Tetapi itu ya setiap pengusaha jagal itu ya sekarang itu kebanyakan itu membawa motor untuk mengangkut ke dari RPH TOW ke Pegirian,” pungkas Saiful. (Roy/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat