Data Desil Surabaya Harus Akurat, Ajeng Dorong Koordinasi Kelurahan-PKH

Reporter : Ibrahim
Ajeng Wira Wati, dok Jatimupdate.id

Surabaya,JatimUPdate.id - Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Ajeng Wira Wati menekankan validasi data desil di kota Pahlawan dilakukan secara menyeluruh.

Ajeng menyebut, data desil tersebut sudah dilakukan perbaikan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di 31 kecamatan.

Baca juga: Soal Fasilitas RPH Tambak Osowilangun Dianggap Tak Optimal, Fajar Buka Suara

"Ada 175 pendamping PKH tersebar di 31 kecamatan Itu yang melaporkan kondisi real masyarakat," kata Ajeng, kepada Jatimupdate, Rabu (2/9).

Ajeng mendorong agar kelurahan berkoordinasi dengan pendamping PKH untuk memastikan kevalidan data tersebut.

Sebab ketua Fraksi Gerindra itu meyakini, koordinasi antara kedua pihak dapat menyelaraskan data 3,56 desil 1 akurat.

"Kelurahan jika ada yang menemukan usulan penyanggahan ataupun salah sasaran harus bisa melaporkan supaya data 3,56 desil 1 benar-benar akurat" urai Ajeng.

Ajeng menegaskan keakuratan data desil sesuai inpress 4 tahun 2025, sekaligus sejalan dengan Surabaya sebagai kota smart city.

Selain itu, Ajeng menekankan warga dipermudah melakukan akses data desil yang di update pemerintah tiap tiga bulan sekali.

Baca juga: Saiful Bahri Soroti RPH Tambak Osowilangun yang Belum Berjalan Optimal

"Komisi D berharap inpres menyarankan bantuan kemiskinan ialah untuk desil 1-5," tutur Ajeng.

Untuk bantuan pendidikan, misalnya beasiawa kuliah pemuda tangguh, Ajeng meminta IPM nya dikategorikan di luar bantuan kemiskinan. 

Dengan begitu, mereka diperbolehkan dapat mengunakan data gamis-pramis karena mengunakan APBD.

"Itu harapan kami, tahun ini tidak terserap 100 Miliar lebih karena perwali 4 tahun 2026 fokus kepada desil 1-5. Sayang sekali tidak diserap apbdnya, harusnya kebijakannya boleh untuk gamis/pramis sesuai data Daerah," tukas Ajeng.

Baca juga: DPRD Hidupkan Lagi Gagasan Kereta Gantung Tambak Wedi-Mangrove

Ajeng menuturkan, pernah melakukan pengawalan kasus warga Simokerto yang awalnya masuk desil 6. 

Setelah dilakukan verifikasi warga tersebut akhirnya masuk pada data desil 4.  

Kendati begitu, Ajeng berharap bantuan beasiswa pemuda tangguh dapat diterima warga tersebut, meskipun masa pendaftarannya sudah lewat.

"Ini ada temuan, dulu desil 6 sekarnag desil 4, bantuan beasiswa tangguh lewat masa daftarnya. Jadi kami khawatir hilang hak bantuan pendidikan hingga pembukaan Februari tahun depan," beber Ajeng Wira Wati. (Roy/mmt)

Editor : Miftahul Rachman

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru