DPR Dorong Insentif Khusus untuk Daerah yang Lindungi Lahan Pertanian

Reporter : Imam Hambali
Anggota Komisi IV, DPR RI, Zulfikar Arse Sodikin di Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (14/9/2026). 

 

Jakarta, JatimUPdate.id - Anggota Komisi IV DPR RI Zulfikar Arse Sadikin mendorong pemerintah pusat dan daerah memperkuat sinergi dalam memberikan insentif khusus bagi sektor pertanian.

Baca juga: Bamsoet Tegaskan Lapas Harus Mampu Membentuk Warga Binaan yang Siap Hidup Taat Hukum

Kebijakan tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas pangan, meningkatkan produktivitas, sekaligus memperkuat kesejahteraan petani di tengah tantangan ekonomi global dan perubahan iklim.

Zulfikar mengatakan sektor pertanian merupakan salah satu penopang perekonomian daerah yang membutuhkan keberpihakan kebijakan secara nyata. Menurut dia, dukungan tidak cukup hanya melalui program subsidi berskala nasional.

"Kita tidak bisa hanya mengandalkan program subsidi yang bersifat makro. Pemerintah daerah harus diberikan ruang dan stimulus untuk memformulasikan insentif yang spesifik berdasarkan karakteristik komoditas unggulan di wilayah masing-masing. Petani kita butuh kepastian kerja dan jaminan kesejahteraan," ujar Zulfikar di Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (14/9/2026). 

Politikus Partai Golkar itu juga menyoroti pentingnya memberikan insentif kepada daerah yang mampu mengendalikan alih fungsi lahan sawah serta melindungi lahan pertanian pangan berkelanjutan.

Menurutnya, daerah yang konsisten menjaga lahan pertanian demi memenuhi kebutuhan pangan masyarakat perlu mendapatkan dukungan lebih besar dari pemerintah pusat.

"Insentif itu sebetulnya telah tercantum dalam UU Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan dan Perpres Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengendalian Alih Fungsi Lahan," kata dia.

Baca juga: Dapil Surabaya Berpotensi Bertambah, Golkar Mulai Menata Caleg

Zulfikar menjelaskan, insentif bagi daerah dapat diwujudkan melalui penguatan alokasi anggaran sektor pertanian. Anggaran tersebut dapat diarahkan untuk memenuhi kebutuhan petani sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian.

"Anggaran pertanian ini dapat diperuntukkan untuk pemerataan infrastruktur irigasi, modernisasi alat pertanian, regenerasi petani, perlindungan bagi petani kecil dan peningkatan kesejahteraan keluarga petani," ujarnya.

Selain dukungan anggaran, Zulfikar mendorong pemerintah daerah melakukan diversifikasi komoditas pangan strategis sesuai potensi masing-masing wilayah.

Dengan demikian, setiap daerah dapat mengembangkan komoditas unggulan yang berbeda dan saling melengkapi untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

Baca juga: Kajati Aceh Terima Kunjungan Silaturahmi Pimpinan Perum Bulog Kanwil Aceh

"Sehingga tiap daerah punya komoditas pangan strategis yang unggul, yang antar daerah itu berbeda-beda. Diversifikasi pangan ini penting untuk mewujudkan ketahanan pangan," tutur dia.

Komisi IV DPR RI, lanjut Zulfikar, berkomitmen memastikan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (R-APBN) serta program kementerian yang menjadi mitra kerja berdampak langsung terhadap masyarakat di tingkat akar rumput.

Dia menilai keberhasilan menjaga swasembada pangan harus diikuti dengan upaya menjadikan profesi petani memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan.

"Keberhasilan swasembada pangan yang sempat kita capai harus dipertahankan secara konsisten. Syarat utamanya adalah membuat profesi petani menjadi profesi yang menjanjikan secara ekonomi, dan itu dimulai dari keberpihakan kebijakan serta insentif yang konkret di daerah," pungkas legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Timur III tersebut.(ih)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru