Kamal, Bangkalan, JatimUPdate.id— Program Studi Ilmu Politik Universitas Negeri Surabaya (UNESA) melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Literasi Digital Keluarga untuk Menangkal Hoaks dan Polarisasi Sosial” di Desa Telang, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Minggu (20/9/2026).
Kegiatan yang diikuti masyarakat Desa Telang ini menghadirkan Yuristiarso Hidayat, S.Sos., M.H. dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur sebagai narasumber.
Baca juga: Piala PWI Tuban Esport Season III 2026 Diikuti 56 Tim dari Sejumlah Daerah
Materi berfokus pada cara mengenali hoaks, memverifikasi informasi, serta mencegah penyebaran konten yang dapat memicu konflik dan polarisasi sosial.
Yuristiarso menekankan bahwa literasi digital bukan sekadar kemampuan menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga kemampuan memahami dan memeriksa informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya.
“Literasi digital hari ini bukan hanya soal bagaimana kita menggunakan handphone atau media sosial. Yang lebih penting adalah bagaimana kita mampu memahami informasi, memeriksa sumbernya, dan memastikan kebenarannya sebelum kita percaya atau menyebarkannya kepada orang lain,” ujar Yuristiarso.
Ia juga menyoroti peran keluarga sebagai lingkungan pertama dalam membangun kebiasaan bermedia digital secara kritis.
Baca juga: Operasi SAR Arupadhatu 1 Dihentikan, Istri Jurnalis Minta Pencarian 8 Orang Hilang Diperpanjang
“Keluarga adalah benteng pertama dalam menghadapi hoaks. Orang tua tidak hanya perlu mengawasi penggunaan gadget anak, tetapi juga membangun kebiasaan berdiskusi dan mengajarkan anak untuk berpikir kritis terhadap informasi,” katanya.
Sementara itu, Ken Bimo Sultoni, dosen Ilmu Politik UNESA sekaligus perwakilan penyelenggara, mengatakan bahwa perkembangan ruang digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi dan membentuk pandangan terhadap berbagai persoalan sosial maupun politik.
“Masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk menggunakan ruang digital secara kritis dan bertanggung jawab. Kita tidak ingin masyarakat hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi pengguna informasi yang kritis,” ujar Bimo.
Baca juga: Pakar: Pemecatan Achmad Hidayat Perlu Dilihat dari Kronologi Konflik Internal PDIP
Menurut Bimo, perbedaan pandangan merupakan bagian dari demokrasi. Namun, perbedaan tersebut perlu dikelola agar tidak berubah menjadi konflik akibat informasi yang keliru dan komunikasi yang tidak sehat.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak membangun kebiasaan saring sebelum sharing, memeriksa sumber informasi, tidak mudah terpancing narasi provokatif, serta menggunakan media digital secara bijak.
Prodi Ilmu Politik UNESA berharap penguatan literasi digital di tingkat keluarga dapat meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap hoaks sekaligus membantu menjaga kerukunan sosial di tengah derasnya arus informasi digital. (roy/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat