Anita Ariyani: FORHATI Dorong Perempuan Jadi Penggerak Pengelolaan Sampah Daerah

Reporter : Shofa

Jakarta, JatimUPdate.id - Forum HMI-Wati (FORHATI) Nasional memperkuat kapasitas pengelolaan sampah melalui Training of Trainers (TOT) sebagai bagian dari Gerakan Hijau FORHATI.

Kegiatan yang digelar secara hybrid pada Kamis, 24 September 2026, tersebut menjadi bagian dari rangkaian Gerakan Hijau FORHATI dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda 2026 dengan mengusung tema “Perempuan Bergerak, Aksi Nyata untuk Iklim Indonesia.”

Baca juga: Diva Seminar Forhati

Koordinator Presidium FORHATI Nasional, Dra. Anita Ariyani, mengatakan pengelolaan sampah membutuhkan pengetahuan dan kebiasaan yang dapat diterapkan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.

“Gerakan Hijau FORHATI kami dorong sebagai gerakan yang tidak berhenti pada kampanye, tetapi dilanjutkan dengan pengetahuan dan aksi nyata. Melalui TOT ini, kami berharap peserta dapat menjadi penggerak di wilayah dan daerah masing-masing serta meneruskan edukasi pengelolaan sampah kepada keluarga, komunitas, dan masyarakat,” ujar Anita lewat keterangan resminya di Jakarta, Kamis (24/09/2029).

TOT Pengelolaan Sampah diikuti FORHATI Nasional, FORHATI Wilayah, dan FORHATI Daerah dari berbagai wilayah di Indonesia.

Selain itu, kegiatan tersebut melibatkan organisasi perempuan dan masyarakat umum yang mengikuti kegiatan secara luring maupun daring.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut diarahkan untuk memperluas pengetahuan sekaligus membangun jejaring aksi lingkungan di berbagai daerah.

Melalui pola training of trainers, peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai pengelolaan sampah, tetapi juga diharapkan mampu meneruskan edukasi kepada lingkungan masing-masing.

Peserta Belajar Memilah Sampah

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh pembekalan dari sejumlah narasumber dengan latar belakang akademisi, praktisi lingkungan, dan peneliti.

Dosen IPB, Dr. Meti Ekayani, S.Hut., M.Sc., IPM., menyampaikan materi bertajuk “Pilah-Pilih Sampah: Langkah Awal Menuju Daur Ulang dan Ekonomi Sirkular.”

Materi tersebut memberikan pemahaman mengenai pemilahan sampah sebagai salah satu tahapan awal dalam pengelolaan limbah sekaligus membuka peluang penerapan ekonomi sirkular.

Praktisi lingkungan Oki Pulungan turut memberikan materi mengenai pengelolaan limbah rumah tangga.

Materi “Pilah, Olah, Manfaatkan: Aksi Nyata Mengelola Limbah Rumah Tangga” menekankan pentingnya aksi yang dapat diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Forhati Menggelar Bulan Bahasa Dan Sastra Indonesia 2025

Pendekatan tersebut sejalan dengan tujuan FORHATI untuk menjadikan pengelolaan sampah bukan sekadar isu lingkungan, tetapi bagian dari kebiasaan masyarakat.

Materi lainnya disampaikan Andi Irman, M.M., TA Utama BRIN, dengan tema “Dari Plastik Bekas Menjadi Bernilai: Membangun Rantai Daur Ulang Plastik.”

Materi ini mengangkat potensi pemanfaatan sampah plastik melalui rantai daur ulang sehingga material yang sebelumnya dianggap sebagai limbah dapat memiliki nilai guna.

Pengetahuan mengenai rantai daur ulang tersebut diharapkan dapat memperluas perspektif peserta dalam melihat persoalan sampah sekaligus peluang pengelolaannya.

Gerakan Hijau Berlanjut hingga Oktober

TOT Pengelolaan Sampah menjadi salah satu rangkaian Gerakan Hijau FORHATI yang berlangsung hingga Oktober 2026.

Selain TOT, rangkaian kegiatan tersebut mencakup podcast dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda yang mengangkat semangat Gerakan Hijau FORHATI.

Baca juga: Menteri Fadli Zon Akan Tingkatkan Kontribusi Ekonomi Budaya

FORHATI juga menyiapkan Business Plan Competition “Inovasi Pengolahan Sampah Rumah Tangga” serta kegiatan penanaman mangrove.

Rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk memperluas keterlibatan perempuan, generasi muda, organisasi masyarakat, komunitas, dan masyarakat umum dalam aksi lingkungan.

Melalui Gerakan Hijau, FORHATI mendorong perempuan dan berbagai kelompok masyarakat mengambil bagian dalam upaya menjaga lingkungan serta meningkatkan kepedulian terhadap perubahan iklim.

Anita menekankan bahwa gerakan lingkungan perlu diterjemahkan menjadi pengetahuan dan aksi yang dapat diterapkan di tingkat keluarga, komunitas, hingga masyarakat.

Dengan TOT Pengelolaan Sampah, FORHATI berharap terbentuk lebih banyak penggerak lingkungan di tingkat wilayah dan daerah yang memiliki kemampuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai pemilahan, pengolahan, dan pemanfaatan sampah.

Gerakan tersebut diharapkan tidak berhenti pada rangkaian kegiatan, tetapi dapat berlanjut melalui praktik pengelolaan sampah dan edukasi lingkungan di berbagai daerah (red)

Editor : Redaksi

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru