Perluas Jejaring Internasional untuk UniSZA

Assoc. Prof. Suyatno Ladiqi Gelar Visiting Lecturer di Tujuh Perguruan Tinggi Indonesia

Reporter : Rio Rolis
Foto-foto aktivitas Assoc. Prof. Suyatno Ladiqi.

Surabaya, JatimUPdate.id - Program Visiting Lecturer yang dilaksanakan oleh Assoc. Dr. Suyatno Ladiqi, dosen Faculty of Law & International Relations, Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Malaysia, menjadi salah satu upaya strategis untuk memperluas jejaring internasional UniSZA sekaligus memperkuat hubungan kelembagaan dengan perguruan tinggi di Indonesia.

Melalui rangkaian kuliah tamu dan kuliah umum di tujuh perguruan tinggi, program ini menjadi sarana pertukaran pengetahuan, pengenalan keunggulan akademik UniSZA, serta penguatan implementasi kerja sama yang telah disepakati melalui nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU).

Baca juga: Prodi Ilmu Politik UNESA Gelar PKM Literasi Digital Keluarga untuk Tangkal Hoaks dan Polarisasi Sosial

Tujuh perguruan tinggi yang menjadi tempat pelaksanaan kegiatan tersebut adalah Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Universitas Jember (Unej), Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (UPNVY), serta Institut Agama Islam Majenang.

Kegiatan ini menghadirkan perspektif akademik internasional melalui pembahasan berbagai isu strategis, mulai dari diplomasi Indonesia dan Malaysia, dinamika geopolitik, ekonomi politik internasional, hingga pengembangan kapasitas lokal serta tantangan dunia internasional.

Keberagaman tema tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa dan sivitas akademika untuk memahami persoalan global melalui pendekatan lintas negara dan lintas disiplin ilmu.

Di Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Assoc. Dr. Suyatno Ladiqi mengangkat tema “Dinamika Diplomasi Indonesia dan Malaysia”. Pembahasan ini relevan dengan hubungan kedua negara yang memiliki kedekatan geografis, sejarah, budaya, serta kepentingan strategis di kawasan Asia Tenggara.

Melalui perspektif hubungan internasional, mahasiswa diajak memahami bagaimana diplomasi berperan dalam membangun hubungan bilateral, mengelola perbedaan kepentingan, serta memperkuat kerja sama antarnegara.

Sementara itu, tema “Indonesia’s Global Diplomacy: Navigating Geopolitical Rivalry and Emerging World Order” menjadi salah satu bahasan dalam kegiatan Visiting Lecturer di Universitas Jember (Unej).

Topik tersebut mengulas posisi diplomasi Indonesia dalam menghadapi persaingan geopolitik serta perubahan tatanan dunia. Pembahasan ini memberikan konteks mengenai pentingnya kemampuan suatu negara dalam menjaga kepentingan nasional, membangun kemitraan strategis, serta menavigasi perubahan dalam hubungan kekuatan global.

Di Universitas Jember, khususnya di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, kelas doktoral, kegiatan Visiting Lecturer mengangkat isu pemanfaatan potensi lokal melalui sinergi sektor publik dan swasta. Tema “Harnessing Localization in Public-Private Synergies: Building Resilient Local Capabilities for Global Impact” menyoroti pentingnya kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam membangun kapasitas lokal yang tangguh dan berdaya saing.

Topik ini memperlihatkan bahwa pembangunan dan daya saing global tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pada tingkat nasional, tetapi juga oleh kemampuan daerah mengoptimalkan sumber daya, memperkuat kelembagaan, dan membangun kemitraan yang produktif.

Isu tersebut juga berkaitan dengan pembahasan strategi penguatan potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi-politik global.

Dalam konteks ini, pengembangan kapasitas daerah dapat dipahami sebagai bagian dari strategi yang lebih luas untuk meningkatkan posisi dan kontribusi suatu negara dalam lingkungan internasional. Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat menjadi unsur penting dalam memastikan bahwa potensi lokal dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan.

Perspektif lain disampaikan melalui tema “Soft Power, Hard Impact: How China Is Reshaping ASEAN’s Future” di UPN "Veteran" Yogyakarta.

Topik ini mengajak peserta memahami bagaimana pengaruh suatu negara dapat dibangun tidak hanya melalui kekuatan militer atau ekonomi, tetapi juga melalui instrumen diplomasi, budaya, pendidikan, dan hubungan antarmasyarakat.

Baca juga: Pakar: Pemecatan Achmad Hidayat Perlu Dilihat dari Kronologi Konflik Internal PDIP

Dalam konteks ASEAN, pembahasan mengenai pengaruh China memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengkaji perubahan keseimbangan kekuatan regional serta implikasinya terhadap hubungan antarnegara di Asia Tenggara.

Selain isu geopolitik dan diplomasi, rangkaian kegiatan ini turut mengangkat pembahasan mengenai peluang internasional, pengembangan karier, serta dinamika ekonomi dan pembangunan berkelanjutan.

Melalui tema-tema tersebut, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai keterkaitan antara pengetahuan akademik, kebutuhan dunia kerja, dan perkembangan lingkungan global.

Interaksi langsung dengan akademisi dari Malaysia juga membuka ruang diskusi mengenai pengalaman pendidikan tinggi, perspektif penelitian, serta peluang kolaborasi lintas negara.

Secara akademik, keberagaman topik yang diangkat menunjukkan bahwa program Visiting Lecturer tidak hanya berfungsi sebagai forum penyampaian materi perkuliahan.

Kegiatan ini juga menjadi ruang pertukaran perspektif yang mempertemukan pengalaman akademik Malaysia dengan kebutuhan pembelajaran di perguruan tinggi Indonesia.

Mahasiswa dapat memperluas wawasan, mengembangkan pemikiran kritis, serta memahami bahwa persoalan lokal dan nasional sering kali berkaitan erat dengan dinamika internasional.

Baca juga: SMARTBOYSHIP Mahasiswa UNESA Dapat Apresiasi BMKG, Dinilai Brilian Atasi Logistik Kepulauan

Lebih jauh, pelaksanaan kegiatan di tujuh perguruan tinggi tersebut merupakan bagian dari upaya UniSZA memperkuat hubungan internasional melalui pendekatan akademik yang konkret.

MoU yang telah terjalin antara UniSZA dan perguruan tinggi mitra menjadi landasan penting bagi pengembangan kerja sama yang lebih aktif dan berkelanjutan.

Melalui kunjungan dosen, kuliah tamu, dan interaksi akademik, hubungan antarlembaga tidak berhenti pada kesepakatan formal, tetapi diwujudkan dalam kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi sivitas akademika.

Bagi UniSZA, kegiatan ini sekaligus menjadi sarana promosi institusi untuk memperkenalkan kapasitas akademik, bidang keilmuan, serta peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama perguruan tinggi di Indonesia.

Kehadiran dosen UniSZA dalam forum akademik di berbagai kampus membuka peluang untuk memperkuat mobilitas dosen dan mahasiswa, kolaborasi penelitian, publikasi ilmiah bersama, serta pengembangan program akademik lintas negara.

Dengan demikian, Visiting Lecturer yang dilaksanakan oleh Assoc. Dr. Suyatno Ladiqi memiliki dua orientasi yang saling melengkapi, yakni memperluas jejaring internasional UniSZA dan memperkuat implementasi kerja sama kelembagaan yang telah dibangun melalui MoU.

Melalui pertukaran pengetahuan dan interaksi akademik secara langsung, program ini diharapkan menjadi fondasi bagi hubungan kemitraan yang lebih produktif dan berkelanjutan serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan tinggi di Malaysia dan Indonesia. (rilis/rio/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru