Sidoarjo,JatimUPdate.id - Dosen Program Studi S2 Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) mendampingi pelaku UMKM Desa Sepande, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, untuk mengembangkan produk unggulan menjadi paket wisata.
Pendampingan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Kebijakan Fakultas bertajuk “Fasilitasi Pengembangan Produk Berbasis Potensi Unggulan Desa Wisata” di Balai Desa Sepande.
Baca juga: Siswa KB-TK Al Muslim Belajar Cuci Tangan Lewat Eksperimen Bersama FKM UNAIR
Kegiatan tersebut diikuti 24 peserta dari unsur perangkat desa, pengelola BUMDes, dan pelaku UMKM.
Ketua tim Sanaji mengatakan program tersebut menjadi langkah awal untuk mengoptimalkan produk unggulan warga sebagai daya tarik wisata desa.
“Kegiatan ini bertujuan memulai transformasi pengelolaan desa wisata dengan mengoptimalkan produk-produk unggulan desa menjadi produk wisata yang lebih menarik,” katanya, Selasa (20/10).
Pendampingan ini melanjutkan program yang dilakukan pada 2025. Sebelumnya, tim telah mengidentifikasi sembilan potensi unggulan Desa Sepande, yakni tempe, lontong, batik, lele dan olahannya, telur asin, makanan ringan, tahu dan olahannya, ternak kambing, serta ternak bebek.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mengevaluasi produk usaha, menyusun strategi pengembangan, hingga merancang paket wisata yang mengintegrasikan potensi lokal.
Dari proses tersebut, teridentifikasi empat paket wisata potensial, meliputi wisata edukasi, wisata kuliner, wisata budaya, dan wisata produk UMKM. Hasil penilaian peserta menunjukkan keempat paket tersebut memiliki daya tarik pasar dan keunggulan produk yang tinggi.
Desa Sepande sendiri berstatus sebagai desa wisata sejak 2023 dengan identitas Desa 1000 UMKM. Namun, pengembangannya masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, inovasi produk, serta kemampuan mengemas potensi lokal menjadi daya tarik wisata.
Untuk itu, tim UNESA juga memberikan pendampingan dalam penyusunan program pengembangan usaha, pemetaan mitra, serta penguatan keterampilan komunikasi dan negosiasi. Peserta turut menyusun arah pengembangan produk untuk lima tahun mendatang.
Tim yang diketuai Sanaji tersebut melibatkan Andre Dwijanto Witjaksono, Yessy Artanti, Harlina Meidiaswati, Cici Widowati, dan Dewi Ratih. Dua mahasiswa, Faiz Bahalwan dan Marisa Intan Prawesti, turut mendukung pelaksanaan kegiatan.
Baca juga: Assoc. Prof. Suyatno Ladiqi Gelar Visiting Lecturer di Tujuh Perguruan Tinggi Indonesia
Pendampingan akan dilanjutkan melalui pemantauan secara daring untuk melihat penerapan rencana pengembangan serta membantu mengatasi kendala yang dihadapi pelaku UMKM.
Sanaji berharap program tersebut dapat meningkatkan kinerja UMKM sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Desa Sepande.
“Dampaknya adalah peningkatan kinerja UMKM pendukung desa wisata, yang pada akhirnya dapat meningkatkan taraf perekonomian masyarakat setempat,” pungkasnya. (*)
Editor : Yuris. T. Hidayat