Dhoho Street Fashion, Tenun Ikat Banjar Kidul Kediri Perlu Segera Di Patenkan.

jatimupdate.id
Hadir bersama istri, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak dalam gelaran Dhoho Street Fashion, Sabtu (10/12)

 

Kediri, JatimUPdate.id - Dhoho Street Fashion , Tenun Ikat Banjar Kidul Kediri Perlu Segera Di Patenkan. Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak secara khusus meminta Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar untuk segera mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dengan indikator geografis Tenun Ikat Banjar Kidul Kediri.

Baca juga: Miliki Jumlah Desa Mandiri Terbanyak, Jawa Timur Pimpin Transformasi Desa Berkelanjutan

“Saya rasa dengan sejarah panjang tenun ikat bandar kidul, kesenian wastra ini sudah layak untuk dapat HAKI,” ungkap Wagub Emil saat menghadiri gelaran Dhoho Street Fashion (DSF) ke-7 di Jalan Basuki Rahmat, Kota Kediri Sabtu (10/12).

Hadir bersama istri, Emil sapaan lekatnya mengatakan bahwa jika telah terdaftar pada HAKI, maka penguatan communal branding tenun ikat bandar kidul akan semakin kuat.

“Jadi hanya tenun yang dibuat oleh orang di Bandar Kidul. Dan di Bandar Kidul yang boleh punya branding itu ini seolah akan nilai jualnya apalagi dikombinasikan dengan karya-karya designer yang luar biasa mudah-mudahan ini akan meningkatkan betul minat masyarakat dan nilai jual dan tenun ikat Bandar Kidup. Mudah-mudahan ini bisa kita dukung bersama,” kata Emil.

Pada kesempatan yang sama, Emil menjelaskan, Communal Branding merupakan kegiatan peningkatan kualitas produk, kapasitas kelembagaan, dan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia serta untuk pengembangan promosi dan pemasaran di bawah satu merek yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat (community) secara bersama-sama.

Oleh karena itu, Mantan Bupati Trenggalek ini optimistis bahwa dengan gelaran DSF tahunan ini akan meningkatkan geliat ekonomi kreatif di wilayah Kediri Raya. “Karena saat ini batik tenun ikat tidak hanya bisa digunakan sebagai baju, melainkan bisa juga jadi dekorasi,” tuturnya.

Baca juga: Pantau Perkembangan Bencana, Wagub Emil dan Sekdaprov Adhy Karyono Kunjungi Pusdalops PB BPBD Jatim

“Apalagi di dukung kehadiran bandara di Kediri nantinya akan mampu menunjang pertumbuhan ekonomi kreatif itu sendiri,” imbuhnya optimistis.

Emil mengatakan, bahwa Kediri sebagai episentrum wilayah selingkar wilis sisi timur akan mampu menghadirkan festival-festival yang tidak hanya tersohor di jawa timur saja, melainkan hingga nasional dan internasional. Termasuk juga gagasan untuk melibatkan komunitas difabel baik dari sisi pengrajin hingga model menurut Emil bisa dijadikan contoh oleh daerah lainnya.

“Saya harap, acara Dhoho Fashion Street ini juga bisa menjadi salah satu upaya agara para penenun dan desainer Kota Kediri mendapatkan inspirasi cara menampilkan tenun yang lebih kreatif meskipun adanya banyak perbedaan, yang sesuai dengan tema yaitu “Diversity of Dhaha”,” ucapnya

Baca juga: Dhoho Night Carnival 2025 Usung Tema “Glow Green”, Wujudkan Kreativitas dan Kepedulian Lingkungan

“Acara ini juga diharapkan dapat meningkatkan serta mengangkat kearifan budaya lokal yang ada di Provinsi Jawa Timur karena untuk memajukan Tenun Ikat Kediri harus melibatkan semua unsur, baik pemerintah daerah, swasta, penenun dan desainer. Penenun dan desainer juga diharapkan dapat terus melakukan inovasi untuk memajukan kreasi Tenun Ikat Kediri,” pungkasnya. (yah)

Dhoho Street Fashio

 

Editor : Redaksi

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru