Salawat Kebangsaan Bergema di Kabupaten Sampang

jatimupdate.id

jatimUPdate.id, Sampang.- Lantunan selawat dipimpin oleh KH Mohammad Ali Shodiqin (Abah Ali) atau karib juga disapa Gus Ali Gondrong, diiringi kelompok hadrah Semut Ireng menggema di Kabupaten Sampang. Belasan ribu orang menghadiri acara yang digelar di Lapangan Karapan Sapi Desa Apaan Kecamatan Pangarengan , Kabupaten Sampang Madura,Jawa Timur,Rabu,(22/11) malam.

Jemaah dari berbagai daerah di Sampang dan sekitarnya itu mulai menyesaki lokasi acara sejak sekitar selesai maghrib. Gus Ali yang merupakan pendiri Mafia Sholawat dan belasan ribu jemaah mendoakan agar Pemilu dapat berjalan lancar, jujur dan adil.

Baca juga: Pj. Gubernur Adhy: Generasi Muda Islami Penuh Kebaikan yang Siap Menyongsong Indonesia Emas 2045

Puja-pujian kepada Kanjeng Nabi Muhammmad SAW terus melantun dari bibir para jemaah dan para tokoh yang hadir dari Sampang dan sekitarnya. 

Dalam kesempatan itu, Abah Ali, meminta jemaah yang hadir untuk tidak golongan putih (golput) pada Pilpres 2024. Menurut dia, Pilpres adalah hajatan memilih pemimpin terbaik dari yang ada. 

Baca juga: Gus Ali Gondrong Sampaikan Pesan Ganjar di Sholawat Kebangsaan: Jaga Persatuan dan Persaudaraan

"Saya dapat pesan, tolong disampaikan, pemilu itu lima tahun sekali. kita semua saudara selamanya," ujar Abah Ali diikuti riuh jemaah. 

Koordinator Kiayi Muda Jawa Timur yang juga salah satu Pimpinan Pondok Pesantren di Bojonegoro ,Kiayi Ali Baidhowi menyampaikan menyampajkan jumlah jemaah yang hadir diperkirakan sampai 15 ribu orang. Mereka dari berbagai daerah, ada yang dari Sampang,Bangkalan ,Pamekasan dan Sumenep.

Baca juga: Ribuan Warga Bangkalan Bersholawat Kebangsaan Memburu Ganjaran

Kiayi Ali Baidhowi mengatakan pihaknya sengaja mengundang Gus Ali lantaran masyarakat Kecamatan Pangarepan menyukai dan memang antusiasnya luar biasa. "Ya harapannya dengan selawat kebangsaan ini jemaah semakin kompak dan tambah cinta berselawat," tegasnya. 

Dia menambahkan, momen Pilpres 2024 adalah krusial untuk memilih pemimpin. Menurutnya, dalam memilih pemimpin tidak asal suka saja, melainkan harus mempertimbangkan kapasitas, integritas, kapabilitas dan rekam jejaknya.***

Editor : Pak RW

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru