Sigli, JatimUPdate.id,- Penjabat (Pj) Bupati Pidie, Wahyudi Adisiswanto, mengemukakan pendekatan baru dalam mengatasi masalah konflik antara gajah dan manusia di wilayahnya. Dalam sebuah acara di Kemukiman Cot Meurong, Sakti, pada Minggu (24/3/2024), Wahyudi menyampaikan pendekatan tersebut yang didasarkan pada filosofi Triangulasi Silaturrahim, sebuah bagian penting dari kehidupan masyarakat Aceh.
Menurut Wahyudi, Triangulasi Filosofi mencerminkan tiga hubungan esensial yang tak terpisahkan dalam kehidupan: hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan antar manusia, dan hubungan manusia dengan alam, termasuk kasih sayang terhadap hewan.
Baca juga: Kapolda Aceh Hadiri Pengukuhan Pengurus Majelis Adat Aceh Masa Bhakti 2026–2031
"Pendekatan ini memperkuat ikatan sosial dan emosional antarwarga, serta menggalang kesadaran akan pentingnya harmoni antara manusia dan alam," ujar Wahyudi.
Baca juga: Kajati Aceh Pimpin Upacara Persaja
Ia menegaskan bahwa memulai konflik atau konfrontasi adalah kesalahan besar, dan mengajak masyarakat untuk merubah paradigma dengan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kasih sayang di antara sesama.
"Fencing atau kawat kejut ini hanya sarana komunikasi dengan Gajah bahwa ada tanda dilarang masuk. Namun yang lebih penting adalah bahwa dengan silaturrahim atau ikatan kasih sayang itulah harus diyakini bahwa Pidie akan memimpin Indonesia," tambahnya.
Baca juga: BNNP Aceh–FISIP UIN Tanda Tangan MoA: Integrasi Ilmu dan Aksi Lawan Narkoba di Aceh
Pendekatan ini diharapkan dapat menjadi solusi yang berkelanjutan dalam mengatasi konflik gajah-manusia, sambil memperkuat ikatan sosial dan spiritual antarwarga masyarakat Aceh. (YH)
Editor : Redaksi