Surabaya, JatimUPdate.id - Anggota DPRD Surabaya dari Partai Golkar Surabaya Akmarawita Kadir buka suara terkait pembukan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Surabaya Timur Oktober 2024 mendatang.
Akmarawita mengatakan, untuk beroperasi nya rumah sakit tidak bisa dilakukan secara langsung tetapi harus melalui tahapan.
Baca juga: Apresiasi Purabaya-Kenpark Lewat Tol, Eri Irawan Dukung Kembali Pakai Bus
"Jadi untuk pembuatan rumah sakit, bahkan jenjangnya juga tidak bisa langsung." kata Akmarawita, Selasa (17/9).
Dia menyebut, rumah sakit itu dimulai dari tipe C setelah itu ke tipe B. Sehingga dengan beroperasinya RSUD Surabaya Timur diharapkan dapat membantu pelayanan kesehatan di kota Pahlawan.
"Jadi kita harus dari tipe C dulu, kemudian tipe B. Jadi sebenarnya prinsipnya tidak mengganggu pelayanan-pelayanan di kota Surabaya. Malah membantu intinya," kata Akmarawita
Baca juga: BPJS Nonaktif Tanpa Pemberitahuan, Warga Miskin Terancam Gagal Operasi
Ia menekankan, ketika RSUD Surabaya Timur beroperasi, pertamakali harus memprioritaskan pelayanan rawat jalan, kesiapan tenaga kesehatan serta ruang rawat inap standar. Sehingga masyarakat tidak perlu antre ketika berobat.
"Adanya rumah sakit baru di rumah sakit Surabaya Timur ini mampu mengurangi antrian yang kelas 3 khususnya itu di tempat-tempat rumah sakit yang dimiliki oleh Pemkot Surabaya." tuturnya.
"Jadi ini bisa memecah antrian sehingga pelayanan kesehatan itu lebih optimal lagi. Dan ini harus serius," tuturnya.
Baca juga: DPRD Surabaya Soroti Dinamika Normalisasi Sungai Kalianak Tahap II
Maka dari itu, ia meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya untuk mengoptimalkan fasilitas tersebut untuk masyarakat.
"Dinas kesehatan harus betul-betul memberikan sistem yang optimal jangan sampai menggunakan tenaga kesehatan dari rumah sakit atau puskesmas ini secara berlama-lama atau jangka waktu lama," demikian Akmarawita Kadir. (Roy)
Editor : Miftahul Rachman