Surabaya, JatimUPdate.id - Bawaslu Kota Surabaya akan menggelar Cangkruk Pengawasan di 31 titik sentral kota Pahlawan dengan satu titik di setiap kecamatan.
Ketua Bawaslu Kota Surabaya Novli Bernado Thyssen mengatakan, Cangkruk Pengawasan merupakan program pengawasan Pemilu 2024 yang berjalan sejak 25 September, bersamaan masa kampanye.
Baca juga: DKPP Pecat Komisioner Bawaslu Surabaya Karena Kasus Asmara
“Program ini sudah dimulai sejak 25 September, bersamaan dengan masa kampanye,” katanya, Minggu (13/10).
Novli menegaskan, dipilihnya warkop sebagai sarana sosialisasi karena menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga Surabaya.
Pun pihaknya juga secara aktif memantau akun media sosial dari pasangan calon, tim pemenangan, partai politik, serta lembaga pemerintah.
Baca juga: Antisipasi Kerawanan Pilkada Serentak 2024, Bawaslu Surabaya Gelar Apel Pengawasan
"Hal ini untuk memastikan tidak ada penggunaan fasilitas pemerintah dan tidak ada penyebaran informasi hoaks atau ujaran kebencian." tuturnya.
Kordiv Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Syafiudin mengatakan, Cangkruk Pengawasan sebagai pusat informasi masyarakat untuk meningkatkan keterlibatan dalam pengawasan Pilkada Serentak 2024.
“Tujuannya adalah menghadirkan Bawaslu di tengah masyarakat agar mereka dapat turut serta mengawasi proses pemilihan,” jelas Syafiudin
Baca juga: Buntut Polemik Kotak Kosong, KPU dan Bawaslu Surabaya Akan Dipanggil Komisi A
Cangkruk Pengawasan tambahnya, sebagai sarana sosialisasi isu-isu penting yang berpotensi melanggar aturan dalam Pilkada, seperti netralitas ASN, TNI - Polri.
"Serta berita hoaks, ujaran kebencian, politik uang, masyarakat nanti dapat melaporkan pelanggaran." demikian Syafiuddin. (Roy)
Editor : Yuris. T. Hidayat