Alumni UNEJ Distribusikan Air Bersih ke Wilayah Kekeringan di Trenggalek

Reporter : Redaksi
Alumni UNEJ Distribusikan Air Bersih ke Wilayah Kekeringan di Trenggalek

Trenggalek, JatimUPdate.id - Keluarga Alumni Universitas Jember (KAUJE) melalui program Tegalboto Memanggil 3 bekerjasama dengan Korda Trenggalek menggelar bakti sosial di Trenggalek, Jatim dengan mendistribusikan bantuan air bersih di beberapa Kecamatan yang mengalami kekeringan.

Wakil koordinator Tegalboto Memenggil 3 Sholeh Masyhoedi mengatakan, bhakti sosial mendistribusikan air bersih ini merupakan penutup rangkaian program Tegalboto Memanggil 3 yang digelar di kampus UNEJ Jember dan Bondowoso pada 15 - 17 Oktober 2024.
Untuk bhakti sosial ini dipusatkan di Trenggalek bekerjasama dengan KAUJE Kordinator Daerah Trenggalek, kegiatan ini sesuai dengan slogan kami Tradisi untuk Berkontribusi, berkontribusi kepada Almamater, sesama alumni dan kepada masyarakat luas, masyarakat Indonesia, demikian pungkas Sholeh.

Baca juga: Bakti Sosial Akbar Klinik Az-Zainiyah Jadi Magnet Peringatan HAUL dan HARLAH ke-77 Pondok Pesantren Nurul Jadid

Hari ini bantuan air bersih terdistribusi ke beberapa desa di Trenggalek yang mengalami kekeringan.

Salah satu warga RT 8 Dusun Krajan Desa Sumberejo, Kasbullah mengungkapkan senang mendapat bantuan air bersih ini. Pasalnya, warga harus membeli jika tidak ada bantuan air bersih seharga Rp 100 ribu untuk 1.500 liter.

"Biasanya kalau beli satu tabung 1.500 liter itu 100 ribu, itu hanya cukup satu rumah tangga sekitar 4 hari. Ya mandi, masak semua karena sumber mengering," ujar Kasbullah kepada awak media, Minggu, 3 November 2024.

Kakek kelahiran 1957 ini menerangkan bahwa sumur bor manual kedalaman sekitar 40 sampai 45 meter mengering. Dan itupun tidak semua warga memiliki lantaran membutuhkan dana yang besar.

Kasbullah mengaku kendati 4 hari sudah turun hujan, namun masih belum ada tanda-tanda sumber air. Karena hujan masih belum begitu deras sampai masuk ke dalam sumber.

Dirinya menerangkan bahwa sumur bor manual kedalaman sekitar 40 sampai 45 meter mengering. Dan itupun tidak semua warga memiliki lantaran membutuhkan dana yang besar.

Baca juga: Golkar Lamongan Gelar Aksi Sosial dalam Rangka Meriahkan HUT Partai ke-61

Sementara Ketua KAUJ Korda Trenggalek Mugo Utomo menerangkan distribusi air bersih di Desa Sumberejo dan Desa Gador hari ini Kecamatan Durenan untuk membantu warga yang terdampak kekeringan.

Dikatakannya, sasaran distribusi air bersih di wilayah Kabupaten Trenggalek diantaranya beberapa waktu lalu ke Desa Gador, Desa Gembleb, Bendorejo Desa Wonocoyo, Ngulanwetan Pogalan. Termasuk di Desa Parakan, Sukosari yang masuk wilayah Kecamatan Trenggalek.

"Yang sudah kami salurkan sejumlah kurang lebih 14 tangki yang kemarin. Periode mulai hari ini tanggal 3 November selanjutnya kami lanjutkan 24 tangki," ulasnya.

Mugo Utomo menambahkan bantuan air bersih berasal dari tim Tegalboto Memanggil 3 dan donasi dari teman-teman sesama alumni.

Baca juga: Dinas Pendidikan Jawa Timur Lakukan Sidak ke Sekolah-sekolah di Trenggalek, Tekankan Integritas dan Bebas Pungli

"Kita sesama alumni Universitas Jember kompak bersama-sama membantu masyarakat. Pasalnya, dari 14 kecamatan di Trenggalek ada 70 desa yang mengalami kekurangan air bersih terkena kekeringan," ulasnya.

KAUJE melalui program Tegalboto Memanggil yang berkolaborasi dengan Korda Trenggalek bakal menutup dengan distribusi air bersih di Kecamatan Panggul. Total ada 4 tangki yang akan distribusikan kedepan.

"Karena Kecamatan Panggul daerah yang terdampak cukup banyak. Ada 50 persen di kecamatan tersebut kekurangan air bersih," tutupnya. (*)

Editor : Redaksi

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru