Anas Urbaningrum Kenang Kholis Malik sebagai Aktivis Bijak

Reporter : Shofa
Anas Urbaningrum pada peringatan tujuh hari wafatnya Kholis Malik di Jakarta, Minggu (24/11/2024).

Jakarta, JatimUPdate.id - Pada peringatan tujuh hari wafatnya Kholis Malik di Jakarta, Minggu (24/11/2024), Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara, Anas Urbaningrum, menyampaikan penghormatan khusus kepada almarhum. Dalam acara tersebut, hadir pula keluarga, sahabat, serta para aktivis dari berbagai organisasi yang mengenang sosok Kholis sebagai teladan.

Anas membuka testimoninya dengan menggarisbawahi bahwa Kholis Malik menjalani hidup dengan penuh kebaikan. "Kholis Malik adalah pribadi yang hidup dan kehidupannya baik, husnul hayat. Karena husnul hayat, kita yakin Kholis Malik juga kembali dalam keadaan husnul khotimah,” ujar Anas, seraya mengajak hadirin untuk mendoakan almarhum.

Baca juga: Runtuhnya Benteng Moral HMI : 79 Tahun Mengasah Diri dan Menjaga Arah

Ia kemudian mengenang almarhum sebagai seorang aktivis yang bijaksana dan pandai menyaring gagasannya sebelum diungkapkan. “Tidak semua disampaikan. Ada tipe orang yang menyampaikan lebih sedikit dari yang dia ketahui, dan itu yang saya lihat pada Kholis Malik,” tutur Anas. Karakter ini, menurutnya, membuat almarhum tidak menjadi "singanya forum" tetapi pemikir di balik banyak ide besar.

Selain itu, Anas menyoroti keteguhan pendirian Kholis Malik, sebuah kualitas yang menurutnya tidak mudah dimiliki. "Teguh pendirian itu artinya orang yang mampu mengolah informasi menjadi keyakinan, lalu memegangnya sebagai panduan. Kholis tidak mengikuti ke mana arah angin, ia punya warna dan pendirian sendiri,” jelasnya.

Karakter tangguh dan ulet juga menjadi ciri khas Kholis. Anas menyebut, ketangguhan dan keuletan adalah kristalisasi dari pengalaman panjang di dunia aktivisme. “Soal hasil akhir, itu adalah takdir, tetapi prosesnya penuh pelajaran dan nilai yang bisa kita ambil,” ungkapnya.

Baca juga: HMI dan GMNI: Survival dalam Gerak Zaman, Melawan “Serakahnomics” sebagai Musuh Baru Republik 

Hal lain yang membuat Anas kagum adalah loyalitas dan kesetiaan Kholis kepada sahabat-sahabatnya. “Setia kawan itu tidak mudah. Setia kepada yang sedang di bawah angin lebih sulit. Namun, Kholis adalah sosok yang setia, baik dalam suka maupun duka,” ujar Anas.

Kesetiaan ini, menurut Anas, menjadi nilai yang akan selalu dikenang oleh para sahabatnya. "Loyalitas kepada sahabat-sahabat adalah salah satu kualitas yang tinggi nilainya. Kholis adalah contoh terbaik dari hal itu," tambahnya.

Dalam sambutannya, Anas juga mengenang interaksinya dengan Kholis selama periode kepengurusan HMI. Meski jarang berbincang mendalam, Anas menyatakan bahwa ia memiliki banyak catatan kecil tentang almarhum. “Kami mungkin tidak banyak bercerita, tetapi sebagai sesama aktivis, saya memahami karakter kuat Kholis,” ujarnya.

Baca juga: Dies Natalis ke-79, HMI Bondowoso Tegaskan Komitmen Perkuat Nilai Perjuangan dan Perkaderan

Acara ini berlangsung penuh haru, dengan para hadirin memberikan doa dan penghormatan kepada almarhum. Kehadiran sahabat-sahabat lama Kholis Malik, termasuk dari berbagai organisasi seperti HMI, GMNI, dan JARI, Partai Golkar, menjadi bukti betapa luas jaringan persahabatan yang dibangunnya.

Bagi Anas, kepergian Kholis Malik adalah pengingat bahwa setiap orang hanya menunggu giliran menuju akhir kehidupan. “Soal pergi itu soal urutan saja, soal giliran waktu. Kita semua adalah penunggu saat yang sama,” pungkasnya. Acara ini menjadi momen refleksi bagi seluruh yang hadir, mengenang nilai-nilai hidup yang diwariskan oleh Kholis Malik (*).

Editor : Redaksi

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru