Warga Kaliwates Tangkap Tangan Diduga Pembagian Sembako Paslon Cabup Cawabup Jember

Reporter : Miftahul Rachman
Keterangan Gambar: Saat Warga Kaliwates Jember lakukan tangkap tangan diduga pelaku Serangan Fajar

Jember, JatimUpdate.id - Warga Jalan dr Soetomo 1 Lingkungan Kebondalem Kelurahan Kepatihan Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember, melakukan tangkap tangan terhadap dua orang yang diduga melakukan pembagian sembako berupa gula, diduga untuk kepentingan Paslon Cabup Cawabup Jember, pada Selama Malam (26/11/2024) pukul 23.00 WIB.

Kedua orang pemuda itu berinisial A dan R, yang diketahui mantan PKD dan Mantan PPK Kaliwates.

Baca juga: Dugaan Maladmnistrasi KPU Jember Atas Pencalonan Gus Fawait, Pelapor Hadiri Undangan Bawaslu Jember 

Menurut Mawardi Setiawan (42) Ketua RT 02 RW 24 Lingkungan Kebondalem, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, Jember, semula ada warga yang melaporkan ada gerak gerik orang mencurigakan membawa mobil memasuki perkampungan warga.

"Mobil itu masuk di jalan yang sebenarnya buntu, berhenti di depan salah satu rumah warga," katanya.

Mendapati gerak gerik orang mencurigakan, Mawardi menghubungi warga lainnya, untuk mengantisipasi ada kejadian yang tidak diinginkan.

"Kami mewaspadai terjadinya pencurian, yang kadang membawa mobil," katanya.

Sejenak kemudian, Warga sudah berdatangan menggerebek dua orang pria yang sedang menurunkan sekarung sembako berupa gula.

"Kami belum sempat bertanya lebih jauh, untuk apa sebenarnya gula itu, tetapi warga sudah keburu berdatangan," ujarnya.

Menurut Umar Said, Warga setempat yang turut melakukan penangkapan itu, semula ditelpon oleh Ketua RTnya bahwa ada gerak gerik yang mencurigakan didepan rumahnya.

"Kebetulan saya sedang berada di TPS, pak RT ngubungi saya gak bisa, lalu telpon mas Fathur, kalau ada gerak gerik orang mencurigakan," tuturnya.

Kebetulan rumah Umar memang tidak berpagar, sehingga dikhawatirkan ada orang yang berniat jahat.

"Warga akhirnya berbondong bondong ke rumah saya, untuk melihat apa yang sebenarnya yang terjadi," ujarnya.

Ternyata, sudah ada sebuah mobil yang diiringi satu sepeda motor, setelah dicek warga didalam mobil ada satu sak gula.

"Ditanya warga, kedua orang itu mengatakan akan membawa gula itu ke Ajung, didesak terus masih belum mengakui," ujarnya.

Warga mencoba menghubungi Bawaslu Jember, untuk datang ke tempat kejadian.

"Bawaslu, pihak kelurahan juga datang. Setelah didesak akhirnya kedua orang itu mengakui," kata Umar.

Kedua orang itu, kata Umar memang belum sempat membagikan gula itu kepada warga, tetapi posisi karung gula sudah diturunkan dari mobilnya.

Baca juga: Bawaslu Jember Buka Pendaftaran PTPS Pilkada Serentak 2024

"Gula itu sudah dikemasi satu kiloan," ujarnya.

Sedangkan pengendara sepeda motor berinisial H, diduga anggota PPS Kepatihan, meninggalkan sepedanya begitu saja.

"Sepertinya tadi pemilik sepeda motornya sempat dihubungi melalui chatingan," ujar Umar.

Wakil Ketua Bidang Kampanye PDI Perjuangan Kabupaten Jember, Hadi Supaat mengapresiasi langkah warga yang telah melakukan pengawasan dalam pelaksanaan Pilkada Jember 2024.

"Memang kami perintahkan kepada teman teman untuk melakukan pengawasan, khususnya di wilayahnya masing masing," ujarnya.

Pengawasan itu untuk mencegah terjadinya praktek money politik, untuk mempengaruhi warga agar memilih Paslon Cabup Cawabup Jember tertentu.

"Karena praktek money politik ini akan mencederai proses demokrasi," tegasnya.

Dengan kejadian itu, kata Hadi Supaat telah dilaporkan kepada Bawaslu Jember, untuk kemudian diharapkan dapat ditindaklanjuti.

"Karena ini ada unsur tindak pidananya, maka kami berharap agar segera ditindaklanjuti," tegasnya.

Baca juga: Bawaslu Jember Abaikan Keberatan, Tim Hukum DPW PAN Jatim Meradang

Untuk selanjutnya, Hadi Supaat mengatakan akan terus melakukan pengawasan di daerah lainnya, untuk memastikan agar tidak terjadi praktek money politik.

"Setelah ini kami akan terus pantau, termasuk di daerah lainnya," ujarnya.

Menanggapi kejadian itu Komisioner Bawaslu Jember Devi Aulia Rahim membenarkan adanya kejadian penangkapan warga, adanya dugaan pembagian sembako.

"Ya memang ada warga yang melaporkan kejadian itu, kami lantas mendatangi lokasi," katanya.

Hanya saja, kata Devi tidak ada alat peraga yang menunjukkan pada Paslon tertentu.

"Ada sekarung gula, tetapi memang tidak ada alat peraganya," katanya.

Meski diasumsikan sebagai tindakan tangkap tangan, namun mekanisme penanganan laporan atas kejadian tersebut, menurut Devi sama seperti penanganan laporan seperti biasanya.

"Pelaporannya kami tindak lanjuti dalam 1 kali 24 jam, hanya saja proses klarifikasinya belum kami lakukan sekarang," ujarnya. (MR/slmt)

Editor : Miftahul Rachman

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru