Budi Leksono Apresiasi Fogging di Peneleh, Dorong PSN untuk Cegah DBD

Reporter : -
Budi Leksono Apresiasi Fogging di Peneleh, Dorong PSN untuk Cegah DBD
Budi Leksono saat melakukan fogging bersama Dinkes dan puskesmas

Surabaya, Jatim update id - Ketua Fraksi Gabungan PDIP-PAN DPRD Surabaya, Budi Leksono (Buleks), mengapresiasi langkah cepat Puskesmas Peneleh bersama Dinas Sosial Surabaya dalam menangani kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah RW 07, RW 06, dan RW 11, Kelurahan Peneleh, Kecamatan Genteng.

Buleks menjelaskan, Fogging dilakukan setelah dua warga dilaporkan positif DBD dan dirawat di rumah sakit, Senin (10/2).

Baca Juga: Apresiasi Purabaya-Kenpark Lewat Tol, Eri Irawan Dukung Kembali Pakai Bus

“Saya mengucapkan terima kasih kepada tim Dinas Sosial dan Puskesmas Peneleh atas respons cepatnya. Diharapkan dengan adanya fogging ini, tidak ada lagi penularan DBD,” ujar Buleks, Selasa (11/2).

Penyemprotan insektisida juga dilakukan di area Gereja GBT Pniel di Jalan Genteng Kali. Fogging bertujuan membasmi nyamuk dewasa yang menjadi vektor penular DBD. Namun, ia mengingatkan bahwa fogging saja tidak cukup tanpa diimbangi pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

“Warga harus aktif menjaga kebersihan lingkungan dengan 3M Plus, seperti menguras tempat air, menutup rapat penampungan, dan mendaur ulang barang bekas yang bisa jadi tempat berkembang biak nyamuk,” tegasnya.

Puskesmas Peneleh, yang membawahi tiga kelurahan yaitu Genteng, Peneleh, dan Kapasari dengan total penduduk sekitar 40 ribu jiwa, memiliki prosedur penanganan DBD yang jelas:

Baca Juga: BPJS Nonaktif Tanpa Pemberitahuan, Warga Miskin Terancam Gagal Operasi

1. Warga melaporkan kasus dengan hasil laboratorium trombosit di bawah 100 ribu.

2. Petugas turun ke lapangan untuk mengecek angka bebas jentik (ABJ) dan mencari kasus demam lainnya.

3. Jika ABJ di wilayah tersebut rendah (di bawah 90%) dan ada lebih dari dua kasus demam, fogging dilakukan maksimal 2x24 jam setelah kerja bakti PSN.

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Dinamika Normalisasi Sungai Kalianak Tahap II

4. Fogging diberikan gratis untuk wilayah terdampak kasus positif lebih dari satu atau demam dengan ABJ rendah (di bawah 95%).

Namun, Budi juga menekankan risiko jika fogging dilakukan secara masif tanpa kerja bakti PSN. “Nyamuk yang tidak tertangani akan berkembang menjadi kebal terhadap obat fogging. Selain itu, nyamuk dewasa bisa menyebar ke wilayah lain dalam radius 200 meter dan memicu kasus baru,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa cara paling efektif mencegah DBD adalah melalui pemberantasan sarang nyamuk secara rutin. “PSN harus dilakukan minimal dua kali seminggu, terutama saat musim DBD. Fokus pada bak air, ban bekas, sampah, dan area lembap yang menjadi tempat persembunyian nyamuk,” demikian Budi Laksono. (Roy)

Editor : Yuris. T. Hidayat