Anas Urbaningrum: Revisi UU TNI Jangan Terburu-buru, Libatkan Publik
Jakarta, JatimUPdate.id - Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Anas Urbaningrum, mengingatkan agar proses revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) tidak dilakukan secara tergesa-gesa dan tertutup. Ia menegaskan bahwa revisi ini harus melibatkan partisipasi publik secara luas agar hasilnya lebih tepat dan memiliki legitimasi yang kuat.
Menurut Anas, revisi UU TNI merupakan hal yang wajar untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan tantangan baru. Namun, ia menekankan bahwa publik tidak boleh apriori atau langsung berburuk sangka dengan revisi ini. Sebaliknya, ia juga meminta pemerintah dan DPR tidak bersikap apriori terhadap kritik dan masukan dari masyarakat.
Baca Juga: PPI Serukan Cooling Down Usai Unjuk Rasa Berdarah Jakarta-Makassar
"Pemerintah dan DPR harus terbuka terhadap diskusi publik. Jangan menutup diri. Justru perlu sungguh-sungguh meminta pandangan masyarakat agar revisi ini tidak menjadi langkah mundur," ujar Anas di Jakarta, Minggu (16/3/2025).
Ia juga menyoroti pentingnya proses pembentukan regulasi yang transparan dan partisipatif. Menurutnya, pelibatan para ahli dari berbagai perspektif dalam public hearing adalah langkah yang harus dilakukan agar UU yang dihasilkan lebih komprehensif dan solutif.
Baca Juga: Anas Urbaningrum: Jaga Persahabatan dengan Saling Menghargai
"Proses yang lebih lama tidak masalah asalkan lebih baik, lebih terbuka, dan lebih melibatkan partisipasi masyarakat. Dengan begitu, revisi ini akan melahirkan UU yang lebih lengkap dan memiliki legitimasi tinggi," tambahnya.
Lebih lanjut, Anas menegaskan bahwa TNI adalah tentara rakyat yang tidak boleh berjarak dengan masyarakat. Oleh karena itu, aturan yang mengatur institusi ini juga harus mencerminkan kepentingan bangsa secara luas, bukan hanya kepentingan segelintir pihak.
Baca Juga: Anas Urbaningrum Kenang Kholis Malik sebagai Aktivis Bijak
Di akhir pernyataannya, Anas menyerukan agar semangat disiplin dan kesabaran yang diajarkan dalam bulan Ramadan menjadi inspirasi dalam pembahasan revisi UU TNI.
"Dengan semangat kebersamaan, mari kita dukung TNI menjadi tentara rakyat yang profesional dan terpercaya," pungkasnya (*)
Editor : Redaksi