Sorot Kebocoran PAD dari Parkir, Pansus LKPJ: Target Dishub Surabaya Meleset

Reporter : -
Sorot Kebocoran PAD dari Parkir, Pansus LKPJ: Target Dishub Surabaya Meleset
Budi Leksono, dok Jatimupdate.id/Roy

Surabaya,JatimUPdate.id – Ketua Pansus LKPJ Wali Kota Surabaya, Budi Leksono, menyoroti serapan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dinas Perhubungan (Dishub) yang jauh dari target.

Menurutnya, banyak potensi PAD yang bocor, utamanya dari sektor parkir yang tidak terakomodir dengan baik. Dari data yang diterima, titik parkir turun dari 1.800 menjadi 1.500 titik, dan yang terkelola hanya sekitar 1.300.

Baca Juga: Parkir Liar Surabaya: Antara Mie, Mafia, dan Makin Digital tapi Masih Analog

“Secara hitungan, satu titik itu bisa menghasilkan hampir Rp50 ribu per hari untuk sepeda motor. Tapi faktanya, serapan jauh dari maksimal,” tegas Buleks, panggilan akrabnya, usai rapat pansus, Jumat (11/4).

Ia memaparkan, target PAD dari Dishub sebesar Rp101 miliar, namun hanya tercapai Rp49 miliar. 

Buleks menjelaskan, meski ada tambahan Rp13 miliar dari pajak KIR kendaraan di tahun 2023, tetap belum mampu menutup kekurangan.

Baca Juga: Parkir Gerai Mie Gacoan, dan DPRD Surabaya yang Mendadak Jadi Hakim

“Ya tetap enggak ketemu target. Ini harus jadi perhatian,” urai Buleks

Buleks juga menyinggung soal penerangan jalan umum (PJU), terutama di kawasan gelap seperti pinggir rel kereta dan tanah sengketa.

“Ini soal estetika kota juga, bukan cuma terang-gelap. Termasuk bantaran sungai, harus disesuaikan jaraknya dan fleksibel pada usulan baru,” ujarnya.

Baca Juga: Mie Gacoan Surabaya: Ketika Parkir Lebih Pedas dari Level 10

Budi mencontohkan, dalam pengajuan tujuh titik PJU, ternyata di lapangan ada masjid dan tikungan yang tidak memungkinkan dipasang. Maka, perlu penyesuaian tanpa harus mengulang pengajuan.

“Masalah serapan anggaran sih biasanya enggak ada kendala. Tapi kinerja dan PAD, khususnya dari parkir, ini yang jadi sorotan,” demikian Budi Leksono. (Roy)

Editor : Yuris. T. Hidayat