Imam Syafi’i Kritik PAD Dishub Tak Tercapai, Tapi Belanja Malah Naik
Surabaya,JatimUPdate.id – Anggota Pansus LKPJ Wali Kota Surabaya, Imam Syafi’i, menyoroti ketidakseimbangan antara pendapatan dan belanja Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya.
Menurutnya, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perhubungan yang terus-menerus tak tercapai sejak tahun-tahun sebelumnya menunjukkan adanya keanehan.
Baca Juga: Anak Pejabat Nikmati Beasiswa Pemuda Tangguh, Imam NasDem Tantang Eri Cahyadi Blak-blakan
“Jumlah kendaraan bertambah setiap tahun, tapi pendapatannya malah turun. Ini kan tidak masuk akal,” tegas Imam, Jumat (11/4).
Dishub beber Imam beralasan berkurangnya titik parkir akibat proyek saluran dan box culvert, serta lemahnya pengawasan. Namun alasan itu dianggap tak bisa diterima.
Imam juga menyoroti realisasi belanja Dishub yang justru naik tajam. Tahun 2023 tercatat Rp460 miliar, dan naik menjadi Rp554 miliar di tahun 2024.
Baca Juga: Soal Parkir Digital, Buleks Optimis Dongkrak PAD
“Kalau kendaraan makin banyak, mestinya pendapatan parkir juga meningkat. Lihat saja kemacetan di Surabaya, itu bukti kendaraan makin padat. Pendapatan tidak tercapai, tapi belanja malah naik. Ini aneh. Rasanya nggak pantas,” kritiknya.
Sebagai solusi, Imam mendorong agar pengelolaan parkir diserahkan ke pihak ketiga yang resmi, bukan individu yang tidak jelas sistem setornya.
Baca Juga: Optimalisasi PAD Melalui Reklame, PKS Minta Pemkot Pastikan Tunggakan Pajak Sebelumnya Tuntas
“Gandeng saja lembaga resmi. Atau kalau perlu, libatkan TNI. Mereka bisa dikasih target jaga titik parkir, pasti rapi,” ujarnya.
Menurut Imam, melibatkan TNI bisa menekan kebocoran. “kan, kalau macam-macam bisa langsung ditindak oleh komandannya,” demikian Imam Syafi'i. (Roy)
Editor : Miftahul Rachman