Desa Tangguh Iklim Dipuji! Praktek Baiknya Bikin Kagum

Reporter : -
Desa Tangguh Iklim Dipuji! Praktek Baiknya Bikin Kagum
Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa dan Daerah Tertinggal, Mulyadin Malik

Jakarta, JatimUPdate.id – Komitmen desa-desa Indonesia dalam menghadapi krisis pangan dan iklim kembali mendapat sorotan. Lewat forum Sharing Knowledge Desa Berketahanan Pangan dan Iklim yang digelar di Jakarta, Selasa (10/6/2025), berbagai inovasi lokal desa ditampilkan dalam bentuk dokumentasi video dan diskusi lintas kementerian.

Acara ini dibuka oleh Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa dan Daerah Tertinggal, Mulyadin Malik, yang menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan di hadapan Menteri Desa, para kepala dinas, kepala desa, akademisi, hingga perwakilan lembaga internasional. Dalam sambutannya, Mulyadin menyebutkan kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan hasil rangkaian panjang dari dokumentasi praktik baik empat desa inspiratif.

Baca Juga: Jatim Bersinar: 265 Desa di Jawa Timur Perkuat Aksi Nyata Anti-Narkoba

"Kami sudah mendokumentasikan praktik baik dari empat desa—Sidan, Namang, Batu Cermin, dan Cibiruetan—yang mengangkat tema-tema lokal seperti Tani Organik, Hutan Menjaga Kita, Desa Tangguh Iklim, dan Ekonomi Sirkular," ujar Mulyadin.

Menurutnya, kegiatan ini bertujuan menjadi bahan pembelajaran sekaligus memberikan insight baru bagi desa-desa rawan pangan dan terdampak perubahan iklim. Sebelumnya, video dokumentasi telah difinalisasi melalui lokakarya pada akhir Mei lalu di Jakarta.

Acara yang digelar di Hotel Golden Boutique Kemayoran ini akan berlangsung selama tiga hari, dari 10 hingga 12 Juni 2025. Tak kurang dari 335 peserta dari berbagai kementerian, lembaga riset, dan organisasi masyarakat turut hadir, termasuk dari Kementerian Pertanian, Lingkungan Hidup, BMKG, hingga Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan.

Baca Juga: JKSN - Pergunu Perkuat Persatuan Pendidikan, Menteri Desa Soroti Lonjakan Desa Ekspor hingga Rp0,5 T

“Kami ingin menciptakan ekosistem kolaboratif yang memperkuat ketahanan desa dalam menghadapi risiko iklim,” tambahnya.

Tujuh narasumber dijadwalkan hadir dalam sesi diskusi, termasuk Bupati Goa Dr. Haja Siti Husnia Talenrang, Bupati Cilacap Dr. Samsul Awliya Rahman, hingga akademisi dari IPB dan lembaga riset internasional.

Program ini mendapat dukungan dari dana hibah luar negeri (PHLN) dan World Bank melalui Program Penguatan Pemerintah dan Pembangunan Desa. Harapannya, praktik-praktik terbaik dari desa-desa ini bisa direplikasi secara nasional sebagai upaya sistematis dalam menghadapi ancaman krisis pangan dan perubahan iklim di tingkat akar rumput.

Baca Juga: Menteri Desa Dijadwalkan Hadiri Acara Silaturahmi Alim Ulama dan Rakernas di Ponpes Amanatul Ummah Surabaya

“Mari kita perkuat desa sebagai garda terdepan menghadapi tantangan iklim. Dengan spirit gotong royong dan kearifan lokal, kita bisa menciptakan solusi yang nyata,” tutup Mulyadin sebelum menyerahkan forum pembukaan kepada Menteri Desa.

Acara pun dilanjutkan dengan pembukaan resmi oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, menandai dimulainya forum berbagi pengetahuan lintas sektor yang dinilai sangat strategis bagi masa depan pembangunan desa Indonesia (*).

Editor : Redaksi