Soal Wacana Pecah Dapil Pemilu 2029, Pengamat: Awas Ada Tarik Ulur Kepentingan Agar Tak Terealisasi 

Reporter : -
Soal Wacana Pecah Dapil Pemilu 2029, Pengamat: Awas Ada Tarik Ulur Kepentingan Agar Tak Terealisasi 
Ilustrasi

Surabaya,JatimUPdate.id - Pengamat Politik Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Ken Bimo Sultoni, menanggap penambahan atau pecah dapil di kota Pahlawan, pada Pemilu 2029, sudah layak bila mengacu pada pertumbuhan penduduk yang mencapai 3.018.000

Kendati begitu, kata Bimo penambahan dapil juga dilihat dari kebutuhan dan dinamika politik yang berkembang di kota Pahlawan. Meskipun aspirasi masyarakat bisa teradvokasi lebih baik dibandingkan sebelumnya

Baca Juga: Sebut Banyak Politisi Ingin Merapat ke PSI Surabaya, Yuga Enggan Sebut Nama

"Aspirasi masyarakat pun akan teradvokasi lebih baik dibandingkan sebelumnya. Jadi kalau misalkan kita menganut pada paham demokrasi, ya menurut saya itu sesuatu yang wajar. Tetapi kita harus melihat dari segi kebutuhan dan juga dinamika politik yang ada di internal kota Surabaya juga." tutur Bimo melalui saluran seluler Jatimupdate, Selasa (24/6).

Pasalnya sebut Bimo, penambahan dapil akan menimbulkan pergulatan kepentingan, juga kebutuhan dari masing-masing preferensi politik, fraksi ataupun parpol di internal Surabaya. 

Sehingga, tutur Bimo kemungkinan partai besar akan memainkan kompromi, tarik ulur kepentingan agar wacana penambahan dapil pada pemilu 2029 tidak terealisasi.

Baca Juga: PSI Jatim Pasang Target 100 Kursi DPRD dan 8 Kursi Provinsi

"Karena kan kita lihat juga pergulatan kepentingan, terus juga kebutuhan dari masing-masing preferensi politik, masing-masing fraksi ataupun partai di internal kota Surabaya, ini akan mempengaruhi apakah isu ini menjadi layak untuk dinaikkan atau tidak." tukasnya.

Namun, Bimo mengingatkan penambahan dapil di kota Pahlawan sudah layak dilakukan, jika mengacu pada pertumbuhan penduduk dan konteks keilmuan paham demokrasi.

"Akan tapi balik lagi kalau misalkan kita menganut pada keilmuan ya, dalam konteks keilmuan faham demokrasi, nah menurut saya sudah sewajarnya lah karena ini akan mendorong progresivitas berjalannya demokrasi menjadi lebih baik," urainya

Baca Juga: Usai Retret Kader di Trawas, Ini Langkah Gerindra Surabaya Songsong Pemilu 2029

Menurutnya, dengan penambahan dapil pada pemilu 2029 serapan aspirasi atau suara masyarakat lebih intens.

"Setiap orang itu ingin menyampaikan pendapatnya, ingin suaranya didengar. Otomatis kalau misalkan dapilnya lebih banyak menurut saya dengan jumlah yang memang sudah harusnya diperbesar, otomatis serapan suara masyarakat jauh lebih intens ya." demikian Ken Bimo Sultoni. (Roy)

Editor : Yuris. T. Hidayat