Warung Mak Ton Gobango, Sejak 1986 Sediakan Sambelan Khas Lamongan
Solokuro, Lamongan, JatimUPdate.id : Warung Mak Ton Gobango merupakan tempat makan legendaris, sejak tahun 1986 hingga 2021 Mak Ton berjualan Sego Sambel (Nasi Sambal).
Baca Juga: Baksos, Pembagian Bibit Pohon, Khitan Massal dan Pelayanan Publik Warnai HPN oleh PWI Lamongan
Mak Ton warga Payaman, Lamongan mendirikan warung makan saat dirinya menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia.
Pada Tahun 2021, Mak Ton pulang kampung ke Indonesia, tepatnya di Kabupaten Lamongan yang merupakan tempat kelahirnnya dan memutuskan untuk tidak kembali ke Malaysia karena faktor usia.
Fatmawati anak Mak Ton, mempunyai keinginan untuk meneruskan usaha warung makan Ibunya, tepat pada pertengahan tahun 2022 membuka kembali warung makan yang memiliki ciri khas sambelan dengan menyediakan berbagai lauk diantaranya, Salem, PE, Tonang dengan metode pengasapan. Selain itu, ada juga lauk Ayam dan Belut Goreng.
Kini, Warung Mak Ton Gobango menjadi tempat makan yang ramai dikunjungi oleh masyarakat sekitar, bahkan Warga Negara Asing (WNA) dari Thailand, Pakistan dan Sudan pernah mampir ke warung yang berlokasi di Desa Payaman, Solokuro, Lamongan.
Ia selaku pengelola warung makan Mak Ton mengembangkan beberapa menu makanan dan minuman khas pantura.
Baca Juga: KDMP Made Lamongan Resmi Beroperasi, Suplai Pangan hingga Jalin Kemitraan dengan Bulog
"Selain sambelan yang menjadi ciri khas, kami juga menyediakan menu makanan asam kepala manyung, asam kutuk (ikan gabus), ketupat lodeh dan tentunya nasi jagung atau nasi putih dengan alas daun jati, untuk minuman tersedia es batil dan es siwalan," kata Fatmawati saat diwawancarai Redaksi JatimUPdate.id pada Sabtu, (05/07/2025).
Tidak hanya itu, Fatmawati merupakan mahasiswa alumni program studi S1 Tata Boga Universitas Negeri Surabaya (Unesa), dia memilki keterampilan memasak layaknya Ibunya.
"Saya alumni mahasiswa S1 Tata Boga, Alhamdulillah hasil kuliah di Unesa sangat bermanfaat selama proses pembukaan hingga berjalannya warung ini. Mulai dari manajemen, promosi dan penentuan harga jual. Soalnya dulu ada mata kuliah manajemen restoran dan manajemen cafe yang mengharuskan kita praktik mengelolah usaha secara langsung," jelasnya.
Gobango dalam penamaan warung, berasal dari nama danau di Desa Payaman, danau tersebut tepat berada di depan halaman Warung Mak Ton.
Baca Juga: Bupati Lamongan Resmikan Jalan Plembon–Made, Didorong Jadi Jalan Protokol Penopang Ekonomi
Lebih lanjut, Fatmawati mengatakan warungnya menjadi tempat yang sejuk bagi para pengunjung yang menikmati makan di tempat.
"Dengan pemandangan persawahan sebelah kanan dan kiri, dan juga pemandangan danau yang langsung bisa dilihat dari area makan, serta dibawah pepohonan jati. Warung Mak Ton menjadi tempat yang nyaman untuk para warga yang akan menikmati masakan di gazebo-gazebo yang sudah tersedia," pungkasnya.
Perlu di ketahui, Warung Mak Ton Gobango buka setiap hari mulai pagi hingga sore, tepatnya pukul 07.00 sampai 17.00 WIB dan menjadi tempat makan yang sudah tersertifikasi halal dengan harga makanan yang bersahabat. (wb/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat