Istilah Kejuangan Dihapus, Tokoh Penggerak Kebudayaan: Itu Ada Intervensi 

avatar Ibrahim
  • URL berhasil dicopy
AH Thony, dok jatimupdate.id/roy
AH Thony, dok jatimupdate.id/roy

SurabayaJatimUPdate.id - Tokoh Penggerak Kebudayaan kota Surabaya, AH Thony buka suara kembali terkait dihilangkannya istilah Kejuangan dalam Raperda Pemajuan Kebudayaan dan Pembinaan Nilai-nilai Kepahlawanan.

Thony menjelaskan, Raperda tersebut mengatur perilaku masyarakat untuk berjuang bukan hanya memahami nilai kepahlawanan yang diklaim terdapat nilai kejuangan.

"Perda itu pranata yg mengatur perilaku masyarakat untuk berjuang, bukan hanya untuk memahami nilai kepahlawanan, yang didalamnya dimaknai ada nilai Kejuangannya, seperti kita belajar teori atau pada saat masih sekolah." kata Thony melalui saluran WhatsApp Jatimupdate, Rabu (30/7).

Thony memaparkan, Raperda ini bukan teoritis melainkan finishing nya di ranah praktis.

Thony meyakini dihapuskannya istilah Kejuangan dalam Raperda tersebut terdapat intervensi dari pihak lain.

"Perda ini akan landing di ranah praktis, bukan di dunia teoritis. Saya tau kok dari pihak yang hadir di Pansus berpendapat seperti itu pikirannya di remote atau di install oleh siapa," beber Thony.

Thony menduga, dihilangkannya istilah Kejuangan dalam Raperda untuk menjegal warga kota Pahlawan agar pemikirannya stagnan untuk meraup untung besar.

"Kepentingannya saya juga sudah bisa menduga, yaitu supaya sikap kejuangan masyarakat Surabaya tetep terpasung, tidak bangkit, tetep berkutat dalam teori yg ada dalam pikiran saja, mereka ingin masyarakat di ninabobokkan terus menerus, karena dengan masyarakat tidak berdaya, kelompok mereka ini bisa meraup untung terus sampai kedepan." demikian AH Thony. (Roy)